Jumat, 21 Maret 2014

NAMA DESA (HUTA) BAKARA KINI TINGGAL KENANGAN


Huta Bakara (Kini: Desa Simamora), Foto 2014

Sebuah desa atau huta di Tano Batak bernama Bakara, sejak zaman dahulu kala telah dikenal dan tercatat dalam sejarah oleh penulis asing, diantaranya:
  1. William Marsden, Inggris, tahun 1784 menulis “History of Sumatra,” menceritakan mitologi Batak, bahwa “Batara Guru... ayahnya menurunkan gunung dari kayangan ke Bakarra (Bakara), di wilayah Batta (Batak), sebagai tempat tinggal anaknya” atau “Batara Guruher father let fall from heaven a lofty mountain, named Bakarra, now situated in the Batta country… as a dwelling for his child….”
  2. Jurnal ilmiah “Universal Geography” terbit di London, 1878 mencatat bahwa: “…menelusuri sejarah kerajaan kuno…. Bakara, sebuah desa besar di ujung selatan-barat (barat daya) Tao Toba” atau “…traces of an ancient kingdom…Bakara, a large village at the south-west end of Lake Toba.”
  3. Modigliani, seorang antropolog dan ahli botani Italia pernah berkunjung ke Bakara antara Oktober 1890 – Januari 1891, meninggalkan catatan antara lain: “Teluk Bakara sangat indah dan airnya cukup dalam. Dua buah semenanjung (tuktuk) membentuk mulut teluk. Gunung membayangi teluk ini. Gunung itu menurun dari dataran tinggi Toba. Lerengnya di sebelah Barat Daya agak landai hingga ke tepi danau, membentuk lembah yang manis.”
Keindahan alam Tano Bakara tiada berubah sejak dahulu. Tano Bakara senantiasa mempesona dan terjaga kealamiannya.  Yang berubah,  kini secara “administratif pemerintahan,” nama huta (desa) Bakara menjadi Desa Simamora.  Nama Bakara sebagai Huta (Desa) yang telah digunakan ratusan tahun lalu, dan tercatat dalam sejarah Indonesia dan dunia, kini tinggallah kenangan.

Semoga kelak, Indonesia tidak melupakan nama asli desa/huta tersebut, dan tidak akan ada usulan untuk melakukan penyesuaian pada catatan/buku sejarah Indonesia seiring perubahan administratif tersebut, misalnya “Sisingamangaraja lahir di Desa Simamora (eks/dahulu atau d/h. Bakara).” Akan lebih baik:  “Sisingamangaraja lahir di Bakara (kini bernama Desa Simamora).” 

Namun demikian, masih terdapat apresiasi akan nama “Bakara” pada administrasi pemerintah, yaitu  “BAK” singkatan dari “Bakara” untuk nama kecamatannya, yaitu Kecamatan Baktiraja  (singkatan dari: Bakara, Tipang dan Janji Raja).

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Kenapa musti di ganti sih namanya.. Padahal udah dari ratusan tahun yang lalu namanya Bakara. Kalo sekarang di ganti jadi nama lain, jangankan 100 tahun dr sekarang, 50 tahun kedepan aja mungkin orang sudah lupa nama asli tempat ini... (Imelle 15/04/2015)

H Bakara mengatakan...

Semoga ada prrhatian lebih dari pejabat berwenang atas Bakara sebagai situs sejarah kerajaan Sisingamangaraja.