Kamis, 01 Agustus 2013

TURI-TURIAN DAN TORSA BATAK

Suku Batak mengenal tradisi menyampaikan suatu kisah atau cerita secara lisan turun temurun kepada generasinya. sebagai suatu warisan yang berisi petuah, nasihat, riwayat atau perjalanan sejarah.  Pada perbendaharaan bahasa Batak kisah turun-temurun tersebut dinamakan Turi-turian dan Torsa (Torsa-Torsa).

Meskipun artinya terkesan sama, terdapat perbedaan di antara keduanya, yaitu:
  1. Turi-turian adalah cerita historis, hikayat lama, kisah riwayat perjalanan kehidupan sesorang.  Jika dikatakan marturi yaitu bercerita secara historis; manurihon: menceritakan cerita historis.  Contoh: Turi-turian:  Si Raja Batak; turi-turian Saribu Raja. Jika dikatakan "Boti ma turi-turian ni Daompu mi na hinan" artinya "demikianlah riwayat Ompungmu almarhum."
  2. Torsa (torsa-torsa) adalah kisah rakyat, cerita yang berisi pengajaran atau perumpamaan, dongeng-dongeng yang disampaikan orang tua atau seorang kakek atau nenek kepada keturunannya.  Misal: Torsa tentang Asal Mula Danau Toba; Tunggal Panaluan (Kisah Si Aji Donda Hatahutan dan Siboru Tapi Nauasan).
Kosa kata Batak lain yang hampir mirip adalah rangsa "dibaca raksa" (raksa) atau rangsa-rangsa/raksa-raksa.  Rangsa makna kamusnya: penerangan, keterangan, penjelasan; mangarangsahon, dikatakan mengenai dukun: memberitahukan nasib seseorang, meramalkan masa depan, memberitahukan duduknya perkara dengan ramalan; mangarangsai, membilang ramal.  

Raksa lebih cenderung dipergunakan sebagai penjelasan atau keterangan yang berkaitan dengan hadatuon atau religi kuno.  
  

Tidak ada komentar: