Senin, 08 Juli 2013

MARTONUN

Bertenun (martonun) adalah salah satu seni tradisional Batak yang dilakukan oleh kaum perempuan, ibu-ibu atau anak gadis, tanpa ada unsur-unsur ritual atau magis. Hasil bertenun adalah kain “ulos” yang berfungsi sebagai pakaian sehari-hari yang dikenakan (naniabithon) atau dililitkan (sitalitalihononton) atau disandang (sisadanghononton), cindera mata dan perlambang dalam suatu upacara adat atau ritual. 

Proses pembuatan ulos secara tradisional dimulai dengan pembuatan benang dari bahan kapuk (randu) atau kapas. Kapuk atau kapas dipilih, dipisahkan dari bijinya (mamipis), dan dikembangkan (mamusur)Kapuk atau kapas yang telah diolah dipintal menjadi benang (bonang), disebut mangganti.

Benang diwarnai dengan warna putih,merah dan hitamBenang yang diwarnai dengan warna merah disebut proses manubar dan hitam disebut mangitomWarna putih diperoleh dengan rendaman tano buro, tanah kapur; warna merah dari bahan batu hula, kunyit dan kapur; warna hitam dari daun salaon, arang tumbuhan nila dan harumontingPewarnaan dilakukan dengan marsigira yakni mencelup benang di aek harabu, direbus agar tidak luntur.Benang kemudian digulung (dihulhul) pada hasoli dan siap ditenun.

Proses bertenun dimulai dengan merancang ukuran ulos, menyusun benang sesuai dengan corak yang akan dibuat dengan alat yang disebut anian atau tudosan. Bertenun dilakukan di alaman di bawah nenaungan bayangan rumah dengan merentangkan susunan benang pada alat tenun tradisional. Satu disangkutkan ke kayu, dan bagian lain di punggung petenun dengan alat tundalan atau pamunggung. Benang disusun, dijalin  dan dirapatkan satu persatu dengan balobas.

Pekerjaan bertenun sebagai kegiatan sampingan setelah bertani.  Martonun membutuhkan ketekunan, kesabaran, ketelitian dan keuletan, sekaligus menjadi pelatihan diri dan bagian dari sikap seorang wanita Suku Batak tradisional, selain dari sikap ulet dan gigih.  Proses menenun satu ulos sampai selesai membutuhkan waktu tiga minggu atau lebih tergantung corak dan variasi ulos.


Tidak ada komentar: