Rabu, 17 Juli 2013

KEBIJAKSANAAN TUAN SORI MANGARAJA

Alkisah, pada suatu hari, ketika Tuan Sori Mangaraja sedang berkelana untuk mencari seorang pandai besi, ia bertemu dengan Tombak Sanduduk.   Tombak Sanduduk bingung, ketiga istrinya bertengkar tentang pemberian nama putra pertamanya (yang dilahirkan oleh istri ketiga)  untuk menjadi panggoaran (panggilan atau gelar) bagi masing-masing.   

“Tolonglah, jika kamu mau membantu, aku akan membantumu juga.  Tidak usah membuang-buang waktu mencari pandai besi.  Aku tahu tempatnya.  Akan kuantar kamu ke sana, tetapi tolong bantu kami menyelesaikan masalah keributan ini,” Tombak Sanduduk memohon kepada Tuan Sori Mangaraja.

Tuan Sori Mangaraja setuju dan dipanggillah ketiga istri Tombak Sanduduk. 

Istri pertama berpendapat , “Akulah yang paling berhak memberikan nama anak itu, karena aku istri pertamanya.” 

“Enak saja, justru akulah yang pantas, karena kamu mandul makanya ia mengawini aku,” isteri kedua berpendapat.

Istri ketiga menyela, “Mengapa kalian ribut, akulah ibu kandung yang melahirkannya, sudah sepantasnyalah aku yang memberikan nama untuk anak yang kulahirkan.”

Tombak Sanduduk melerai ketiga istrinya, Ai sande ma gandar bulu, tu bulung ni ampapaga; ba unang ma hita pagulut, ta sungkun ma sibege hata.” Artinya tersandarlah batang bambu, ke daun ampapaga: usahlah  kita bertengkar, mari kita bertanya kepada si orang bijak.”

Tuan Sori Mangaraja  berkata, “Jika kalian ingin damai, dengarlah saranku.  Begini, Nai Tuan adalah panggoran istri pertama, Nai Raja adalah panggoaran istri kedua, dan istri ketiga panggorannya Nai Mangalan.  Dan nama anak itu adalah Tuan Raja Mangalan.

Tombak Sanduduk dan ketiga istrinya merasa kagum akan kebijaksanaan Tuan Sori Mangaraja. Mereka menerima saran yang adil tersebut penuh kebahagiaan dan saling berdamai.  Tidak lupa mereka mengucapkan terimakasih kepada Tuan Sori Mangaraja dan menjamunya dengan sajian hidangan.  Setelah itu dengan langkah ceria Tombak Sanduduk bergegas mengantar Tuan Sori Mangaraja menemui si pandai besi.

______________
Catatan:  Tuan Sori Mangaraja adalah putra Raja Isumbaon, cucu dari Si Raja Batak.
Kamus :  Mangalan = berkelimpahan

  

Tidak ada komentar: