Sabtu, 27 Juli 2013

BATAK DI SUMATRA

Berbagai asumsi dan penelitian mengarah bahwa Batak sebelum mendiami pulau Sumatra, berasal dari suatu wilayah di dataran Asia, menyeberang ke pulau Sumatra karena desakan dan perang yang terjadi di tempat asalnya.  

Dari tulisan dan penelitian sejarawan, ahli geografi, ahli astronomi, ahli bahasa atau pejabat bangsa asing mereka telah mengenal "Batak sebagai wilayah dan/atau suku yang telah ada di pedalaman Sumatra" sejak abad ke-5 sebelum masehi (SM).  

Informasi sejarah yang tertua dari penelusuran terhadap catatan Herodotus, seorang sejarawan Yunani (Bapak Sejarah Dunia) yang hidup pada 454-425 SM. Ia menyebutkan bahwa di salah satu wilayah Asia yang kaya akan emas, penduduknya disebut Paddei atau Padda (Padeans), istilah ini menunjuk pada pengucapan Batta atau Batak di Sumatra.

Peneliti berikutnya menguatkan catatan Herodotus, yaitu:
  1. John Leyden (1775-1811), seorang dokter, pujangga dan ahli bahasa berkebangsaan Inggris, menjelaskan bahwa Batta atau Batay adalah nama suku yang disebut oleh Herodotus sebagai Paday atau Padaioi. 
  2. Favre (Puierre Etienne Lazare Favre 1812-1887), seorang missionaris Perancis yang meneliti dan menulis beberapa sejarah maupun tata bahasa Melayu berpendapat bahwa Padda yang dikatakan Herodotus adalah Battas yang mendiami pedalaman Sumatra.
Pada abad Masehi, sebutan Batak di Sumatra pertama kali ditemukan pada catatan Chau Ju-Kua atau Chou Ju-kua (1170–1228),  seorang pejabat (inspektur bea cukai) di Quanzhou pada masa dinasti Song, Cina.    
Ia menyebutkan Pa-t’a sebagai wilayah taklukan San-fo-tsi (kerajaan Sriwijaya di Palembang). Pa-t’a dimaksud adalah Batak di Sumatra. 

Selanjutnya perlu penelitian apakah Suku Batak sebagai suku tua "pribumi asli" Sumatra atau suku pendatang yang telah ada di Sumatra sejak abad sebelum Masehi.

BATAK pada literatur-literatur asing disebut: Padda, Paddei, Padaei, Padai, Paddeans, Padaioi, Pa'ta, Pa-t'a, Bota, Moda, Bata, Batta, Batas, Battas, Batech, Battaks, Batak.

Tidak ada komentar: