Jumat, 26 Juli 2013

ANGKA LAHA DAN ANGKA LAHU

Ini adalah lanjutan mitologi "Pertarungan antara Bulan dan Bintang dengan Matahari." Kisah ini termasuk turi-turian di Samosir, untuk menjelaskan dan mempermudah pemahaman masyarakat awam pada masa itu tentang Gerhana.  Secara ilmiah sebenarnya Suku Batak Kuno telah mempunyai pengetahuan astronomi yang dituangkan dalam buku Pustaha.

Berikut kisah lanjutannya:

Matahari dengan penyesalan bertekad untuk membalas perbuatan Bulan.  Permusuhan antara Matahari dan Bulan pun berlanjut terus.

Matahari menghimpun pasukan para Lahu (Angka Lahu/Angkalahu/Angkalau) dan melakukan pembalasan dengan menyerang Bulan. Bila terjadi Gerhana Bulan, itu tandanya Matahari dan pasukan Angka Lahu berhasil menyambar bulan.  Bulan tidak tampak di langit  di malam hari. 

Sebaliknya Bulan tidak berdiam diri. Bulan bersama  pasukannya para Laha (Angka Laha/Angkalau) menyerang Matahari.   BIla terjadi gerhana Matahari, pertanda Bulan menaklukkan Matahari. Matahari tertutup bayangan Bulan, siang hari menjadi gelap sesaat.

Pertempuran berlangsung terus, karena masing-masing pihak saling menyerang tetapi masih dapat bertahan dan meloloskan diri.  Karena Matahari lebih kuat dari Bulan maka lebih sering terjadi gerhana bulan daripada gerhana matahari.  

Dari kisah tersebut orang Batak Tradisional menyebut Gerhana Matahari menjadi Angkalahu dan  Gerhana Bulan menjadi Angkalaha.
____________________
* Lihat kisah sebelumnya dengan klik Pertarungan Bulan dan Bintang dengan Matahari

Tidak ada komentar: