Sabtu, 18 Mei 2013

BORU PANGGOARAN


Panggoaran adalah gelar atau nama panggilan kepada orang tua dengan menggunakan nama anak sulungnya.  Jikalau anak pertamanya perempuan, putrinya inilah yang disebut Boru Panggoaran, karena gelar panggilan orangtuanya adalah nama putri sulungnya tersebut.  Misalnya: Nama putri sulungnya Si Sorta, maka nama panggilan Bapaknya  Ama ni Sorta, dan penggelaran Ibunya menjadi Ina ni Sorta atau Nai Sorta.

Meskipun keluarga Batak mendambakan anak sulungnya laki-laki, sebagai generasi yang akan meneruskan marganya,  dan suatu kebanggaan tersendiri bila ia dipanggil dengan nama anak sulungnya laki-laki, bukanlah berarti menjadi kekecewaan bila ternyata anak pertamanya perempuan. Anak perempuan sulung merupakan tumpuan kesayangan dan belahan jiwa orangtuanya.  Pada masyarakat Batak tradisional mulai kecil hingga remaja dan dewasa anak perempuan terdidik dan mengambil peran penting untuk mengurus pekerjaan rumah tangga: memasak, mencuci, membersihkan rumah dan menjaga adik-adiknya sementara kedua orangtuanya bekerja. 

Setelah berumah tangga, anak perempuan lebih perhatian kepada orangtuanya dibanding anak laki-laki.  Umumnya orang tua Batak akan lebih betah tinggal berlama-lama di rumah menantunya (anak perempuannya) daripada anak laki-lakinya. Ketika orangtuanya sudah tua renta, tak berdaya dan sakit-sakitan biasanya anak perempuan sulung yang telah berumahtangga akan membawa orangtuanya tinggal di rumahnya di tengah keluarganya.  Bagi suaminya  merupakan suatu berkah, kehormatan dan ungkapan ketulusan kasih sayangnya  bukan hanya kepada istrinya tapi juga kepada mertuanya selaku hula-hula, yang sudah dianggap sebagai orangtuanya kandung.  Inilah salah satu nilai-nilai adat yang terpatri dalam jiwa suku Batak.

Berikut lagu dan syair “Boru Panggoaran” sebagai ungkapan kasih sayang dan harapan orang tua kepada putri sulung tercintanya, yaitu:

BORU PANGGOARAN

Ho do Boruku
Tampuk ni ate-ateki
Ho do Boruku
Tampuk ni pusu-pusuki

Burju-burju ma ho
Namarsingkolai
Asa dapotho
Nasininta ni rohami

Molo matua sogot au
Ho do manarihon au
Molo matinggang au Inang
Ho do na manogu-nogu au

Ai ho do Boruku
Boru Panggoaran hi
Sai sahatma da na dirohami


GELAR PUTRI SULUNG

Engkaulah Putriku
belahan jiwaku
Engkaulah Putriku
jantung hatiku

Rajin-rajinlah engkau
bersekolah
Agar kau dapatkan
yang engkau cita-citakan

Jika kelak aku sudah tua
engkaulah yang memperhatikanku
Jika aku terjatuh
engkau yang memapah aku

Karena engkaulah Putriku
Putri Sulung ku
Kiranya tercapai dambaan hatimu


Kamus:  tampuk = pangkal/tangkai; ate-ate = hati; pusu-pusu = jantung/sanubari
Inang = Ibu, juga panggilan kesayangan orang tua kepada putrinya.
________________

Tidak ada komentar: