Kamis, 14 Maret 2013

TATA BAHASA BATAK

Dalam Bahasa Batak seperti juga Bahasa Inggris, cara pengucapan berbeda dengan penulisan untuk kata-kata tertentu, dengan ketentuan:

Huruf "ng" dibaca "k" jika diikuti dengan konsonan seperti:

  • tingki dibaca tikki  =  ketika, waktu
  • sangkap dibaca sakkap = rencana, maksud, niat
  • sangsang dibaca saksang = masakan daging cincang
Huruf "h" pada kata akhiran "hon" (terjemahan "hon"="kan")  dibaca menjadi huruf konsonan di depannya, seperti:
  • daishon dibaca daisson = oleskan, sentuhkan (kata dasar "dais")
  • ombushon dibaca ombusson =  tiupkan, hembuskan (kata dasar "ombus')
  • libashon dibaca libasson = pukulkan, hantamkan (Kata dasar "libas")
kecuali huruf "h" didahului oleh konsonan "l" dan "r" maka "h" tidak berubah, seperti pada:

  • ambalhon dibaca abbalhon = lambungkan; simpangkan
  • tundalhon dibaca tuddalhon = belakangi
  • gombarhon dibaca gobbarhon = gambarkan
  • toparhon dibaca toparhon = pecahkan

Perhatikan juga pada contoh tersebut kata dasar ambal dibaca abbal, tundal dibaca tuddal dan gombar dibaca gobbar.  Dalam hal ini berlaku kententuan apabila huruf "m" dan "n" yang diikuti konsonan, maka dibaca mengikuti huruf konsonan berikutnya:

  • pantun dibaca pattun = sopan, hormat
  • janji dibaca jajji = janji,  
  • pansur dibaca passur = pancur
  • tampuk dibaca tappuk = pangkal
  • lambok dibaca labbok = lembut
Huruf "n" pada akhir kata diikuti huruf "g" pada kata berikutnya dibaca "ng" seperti pada:  
  • Lumban Gaol dibaca Lubbang Gaol


Tidak ada komentar: