Sabtu, 16 Maret 2013

SOMBA

Somba artinya "sembah" dan juga "hormat".  Jika dikatakan "somba marhula-hula atau somba marnatua-tua" artinya hormat kepada hula-hula (pihak keluarga wanita/isteri) atau hormat kepada orang tua.  Somba terhadap hula-hula dan orang tua dalam hal ini bukan sebagai perwujudan "takluk" atau "tunduk" tetapi ungkapan penghargaan dan penghormatan (pantun=etika/sopan santun).

Suku Batak sangat menjunjung tinggi sikap "somba".  Adat somba atau etika hormat merupakan nilai-nilai luhur pada tata adat istiadat di kalangan Suku Batak, dan ajaran moral yang selalu ditanamkan leluhur Batak kepada keturunannya.  Seperti petuah pada umpasa berikut:

 Mumpat pe talutuk sesa gadu-gadu,                          
ianggo ruma ingkon hot di parbatuna;
Muba pe adat naung buruk ala ro adat na imbaru,
ianggo adat somba ingkon hot do di ruhutna.
 artinya :
            Walaupun tercabut tiang peyangga, terhapus pematang
            Tetapi rumah harus tetap berdiri kokoh di atas batu pondasinya
            Berubah pun adat yang lama karena ada adat yang baru
            Tetapi adat sembah/hormat harus senantiasa lekat pada tata aturannya.

Sembah yang takzim dikatakan "marsomba di sampulu jari tangan, pasampulu sada simanjujung" atau menyembah dengan sepuluh jari tangan, kesebelas dengan kepala.



1 komentar:

Ten Mild mengatakan...

terima kasih infonya....
sangat menarik dan bermamfaat....
mantap....