Selasa, 01 Januari 2013

BONANG MANALU & SITIGA BOLIT


Sitiga Bolit pada Patung Sigale-gale (Foto, 2010)

Bonang Manalu adalah tiga 
benang berwarna putih, merah dan hitam yang dijalin atau dipilin menjadi satu kesatuan, sebagai hiasan pada tongkat ukir tunggal panaluan dan  juga berfungsi sebagai sarana magis untuk suatu ritual maupun metode pengobatan tradisional Batak.   Bonang artinya benang dan manalu (berasal dari kata ma dan tolu) artinya tiga menyatu/dalam satu kesatuan.

Sitiga Bolit adalah tiga benang dijalin secara teratur menjadi satu (bonang manalu) dengan ukuran tertentu digunakan untuk ikat yang melilit di kepala, seperti bentuk serban.  Tiga (sitiga) artinya tiga, dan bolit artinya belit, belitan, pilinan, atau jalinan.

Warna putih, merah dan hitam merupakan warna utama dan dominan bagi Suku Batak dalam berbagai corak ragam hias, seperti pada warna gorga di ruma Batak (ukiran di rumah adat Batak) dan perangkat musik gondang.

Ketiga warna tersebut juga mempunyai makna dan simbolisme khusus menurut kepercayaan religi Batak kuno, yaitu:
  • Putih   sebagai perlambang kesucian, kebenaran, kejujuran dan ketulusan (sohaliapan, sohapurpuran),  juga simbol kosmologi Banua Ginjang (dunia atas)
  • Merah sebagai perlambang kekuatan (hagogoon) dan keberanian, simbol Banua Tonga (dunia tengah).
  • Hitam  sebagai perlambang kerahasiaan (hahomion), kewibawaan  dan kepemimpinan, simbol Banua Toru (dunia bawah) 

Tidak ada komentar: