Sabtu, 11 Agustus 2012

GILING-GILING

Giling-giling (Foto, 2012)

Sebelum terbiasa dengan kata "mobil" atau "motor," orang tua-tua (dahulu) di Batak menyebut kendaraan: "giling-giling."  Berasal dari kata dasar "giling", yang artinya menggelinding, berputar, berguling. Boleh jadi penamaan ini karena benda tersebut terlihat bergerak dan meluncur dengan roda-roda yang berputar menggelinding.  Giling-giling juga berarti: roda; giling-giling ni padati = roda pedati.

Ompu Nahinan (Ompung almarhum) bercerita, "Na jolo ingkon mardalan tu dolok tu toruan laho tu dia (dahulu harus berjalan kaki mendaki dan menurun ke sesuatu tempat), sipata di dadang ari, ditinggang udan (terkadang terbakar terik matahari dan kehujanan), hodokan (berkeringat), ia molo saonari on holan hundul hundul (sekarang ini hanya duduk-duduk) jala na mamboan giling-giling i hundul-hundul manortori" (yang membawa mobil atau sopir dikatakan seperti orang yang duduk-duduk sambil menari-nari, karena gerak kaki di pedal, posisi tangan yang memutar stir dan memindah tongkat persneling, sesekali diiringi gelengan kepala dan badan bagaikan orang yang sedang menari -manortor-) nunga boi sahat ndang na loja be (sudah bisa tiba di tujuan tanpa lelah)


Tidak ada komentar: