Minggu, 22 Juli 2012

UJU DI NGOLUKKON MA NIAN

Uju di Ngolukkon Ma Nian atau Uju di Ngolunghuon Ma Nian  menggambarkan pesan dan perasaan orang tua renta yang sakit-sakitan, tinggal dalam perawatan anaknya. 

Tradisi dan adat Batak sangat terlihat di sini, yaitu:
  1. Kewajiban dan pengabdian anak terhadap orang tua yang telah jompo dan sakit-sakitan, merawat di rumahnya dengan penuh kasih sayang. Dimandikan, digantikan pakaian, disuapin makan, dan dituntun/dipapah saat berjalan. Kembali seperti bagaimana orang tua dahulu merawat anaknya ketika bayi.
  2. Orang tua renta tidak dititipkan di panti jompo, karena sangat tabu dan memalukan bagi suku Batak.  Justru kasih sayang dan perhatian anak diberikan pada saat seperti itu. Biasanya orang tua begini tinggal di rumahnya yang juga ditinggali oleh anak bungsu (siampudan), atau tinggal dan dirawat di rumah  boru-helanya.  Anak dan putrinya akan bergantian datang memberi perhatian dan perawatan.
  3. Jika kelak orang tua yang telah meninggal dalam keadaan saur matua atau mauli bulung * (bercucu dari seluruh putra-putrinya), diadakan acara margondang (musik diiringi perangkat lengkap tetabuh Batak), manortor (dengan marembas = gerakan tari dengan tangan diturunkan ke arah pinggul sambil menghentakkan kaki) dan bernyanyi.  Acara ini tidak lagi dalam duka yang berkepanjangan tetapi juga ucapan syukur dan suka cita atas teladan dan keberhasilan kehidupan orang tua yang meninggal.
Penyelenggaraan adat (patupa on adat) meninggal dunia ini oleh keturunannya akan menjadi sesuatu yang berkah, elok dan baik (na uli na denggan), jika semasa akhir hidupnya anak-anaknya memperhatikan dan merawat orangtuanya.  Begitulah tradisi Batak, baik di masa hidupnya dan ketika meninggal, adat penghormatan kepada orang tua senantiasa dilakukan. 

Berikut syair lagu dan terjemahannya:



UJU DI NGOLUNGHON MA NIAN


Hamu anakhonhu…
Tampuk ni pusu-pusuki…
Pasabar ma Amang, pasabar ma Boru,
Lao pature-ture au…

Nunga matua au…
Jala sitogu-toguon i…
Sulangan mangan au, siparidion au,
Ala ni parsahitonki…

Reff: So marlapatan marende, margondang, marembas hamu,
molo dung mate au…
So marlapatan na uli, na denggan patupaonmu,
molo dung mate au…

Uju di ngolungkon ma nian…
Tupa ma bahen angka na denggan,
Asa tarida sasude…
Holong ni rohami, marnatua-tua i.


SEMASA HIDUPKU INILAH KIRANYA

Kalian anak-anakku
Belahan jiwaku
Sabarlah putraku, sabarlah putriku
Dalam merawat diriku

Aku semakin tua
Harus dipapah jika berjalan
Makan aku harus disuapi, mandi aku dimandikan
Karena sakit yang kuderita

Reff:
Tiada berguna bernyanyi, bergendang dan menari kalian
Di kala aku mati kelak
Tiada berguna yang elok dan yang baik yang kau lakukan
Jika aku sudah meninggal

Di masa hidupku inilah kiranya
Sedia lakukan segala yang baik
Supaya tampak semua
Kasih sayangmu terhadap orang tua
____________________

1 komentar:

I.S Ritonga mengatakan...

mohon izin untuk copy artikelnya untuk diarsipkan di blog saya, terima kasih