Kamis, 26 Juli 2012

BATU HOBON


Batu Hobon (Foto, 2005) 
Segel batu kecil di sebelah kiri atas bukan asli,
karena aslinya telah dirusak oleh orang yang mencoba membukanya

Tutup Batu Hobon (Foto, 2005)
 Tutup batu tersebut berbentuk jantung 
dengan beberapa kode lubang 

Batu hobon artinya peti batu (hobon = peti besar tempat menyimpan barang-barang).  Situs budaya ini terletak di antara Huta Sagala dan Limbong di kaki Dolok Pusuk Buhit.  Jika dilihat dari bentuknya berupa sarkofagus (peti batu), terdiri dari wadah diduga berongga seperti lesung dengan penutupnya juga terbuat dari batu. 

Sarkofagus dalam tradisi Batak berfungsi sebagai: parholian makam atau tambak tempat tulang belulang; dan dapat juga dipergunakan sebagai paromasan tempat menyimpan barang berharga seperti emas atau benda-benda pusaka/keramat. 

Berbagai versi mengenai Batu Hobon, yaitu:
  1. Tempat berpijaknya Siboru Deang Parujar ketika membentuk daratan di Banua Tonga;
  2. Tempat asal mula Guru Tatea Bulan membuka huta;
  3. Tempat penyimpanan harta kekayaan orang Batak, berupa benda-benda pusaka, pustaha laklak, dan alat-alat musik, sebagai karya Ompu Raja Uti;
  4. Makam leluhur Batak; 
  5. Pintu masuk lorong yang saling berhubungan dengan pintu gua di tempat lain.
dan berbagai kisah lainnya, yang menambah khasanah “misteri” sejarah Batak.

Menurut cerita lain, Batu Hobon sebagai karya Tuan Saribu RajaSaribu Raja memperkirakan  bahwa saudaranya Limbong, Sagala dan Malau tidak akan memaafkannya atas perbuatannya dengan Siboru Pareme. Ia merencanakan minggat, tetapi sebelumnya ia mempersiapkan peti batu untuk menyimpan harta warisan sebagai anak tertua Guru Tatea Bulan karena disangkanya Raja Uti sebagai anak pertama telah meninggal dunia.  

Secara diam-diam Saribu Raja mengambil harta kekayaan Guru Tatea Bulan yang menurutnya menjadi bagiannya, berupa perhiasan emas, kitab Pustaha Laklak, dan benda pusaka lainnya lalu menyimpannya dalam Batu Hobon, dengan harapan suatu saat akan diambilnya kembali.  Peti batu tersebut dilengkapinya dengan tutup batu di mana pada bagian ujungnya berbentuk “jantung” dengan beberapa “kode” lubang.  Di sisi kiri depan terdapat segel batu, berfungsi sebagai kunci “rahasia” pembuka yang hanya diketahui oleh Saribu Raja.

Beberapa kali oknum tertentu secara tidak sah berupaya membongkar Batu Hobon, tetapi tidak pernah ada yang berhasil, bahkan mereka terkena "tulah" meninggal secara aneh.  Hingga kini Batu Hobon tetap terjaga utuh sebagai situs budaya Batak, dan belum pernah ada yang membukanya.

Tidak ada komentar: