Senin, 25 Juni 2012

TORTOR


Tortor = tarian adat Batak, diiringi musik tradisional "gondang."  Tortor artinya juga tari;  manortor, manontor (dibaca manottor) = menari; manortori = menari-nari.  

Tortor diadakan pada saat pesta adat, upacara kematian (untuk saurmatua dan maulibulung)*  maupun acara ritual. 

Penari tortor mengenakan ulos, dan melakukan gerakan tangan dan kaki selaras dengan iringan musik.  Adakalanya sambil menggerakkan kepala dan meliuk-liukkan tubuh dalam irama yang sesuai.  Tortor dimulai dengan tangan yang menyembah di atas kepala kepada Yang Maha Kuasa, kemudian sikap "sembah" hormat  kepada para hadirin yang dihormati.

Tortor dengan  posisi kedua telapak tangan dirapatkan seperti membentuk sembah, digerakkan turun naik di depan dada persis berada di tengah dilakukan  kaum pria.  Di beberapa daerah tertentu (dahulu), bagi ibu-ibu, telapak tangan membentuk sembah berada  di kiri atau di kanan dan bergantian, sebagai pertanda sudah menikah, sedangkan apabila posisinya di tengah dada, dilakukan kaum wanita yang belum berkeluarga.  
______________

Tidak ada komentar: