Minggu, 17 Juni 2012

TANGIS DI HABUNIAN

Tangis di habunian, mengkel di na patar atau tangis di na buni, mengkel di na patar, terjemahannya menangis di tempat tersembunyi, tertawa di depan umum (khalayak) atau duka lara ditanggung sendiri, meskipun di depan umum tampak tertawa.  Artinya kesedihan, kepedihan hati seseorang karena  penderitaannya  ditanggung sendiri, tiada tempat berbagi perasaan, tiada  yang mengetahuinya dan tidak pernah ditunjukkan di depan orang-orang.  Walaupun begitu tetap menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran, ketabahan.

Ungkapan ini merupakan ratapan tangis (andung-andung) karena kemalangan pasangan hidup meninggal dunia, ditinggal orang yang dikasihi, perlakuan yang keterlaluan, atau beban penderitaan dalam kehidupan, biasa dituangkan juga dalam syair lagu-lagu Batak. Ratapan lain yang bertautan :

  • dang adong dongan marsisungkun-sungkunan (tiada teman bertukar pikiran), 
  • dang adong manang na ise pangalualuan hu i (tiada siapa pun tempat mengadu atau mencurahkan perasaan/curhat), 
  • dok nai, dokdok nai (betapa berat dan pedihnya), 
  • manaon na bernit (menanggung derita, sakit, kepedihan), 
  • sibaran lapalapa (nasib buruk), 
  • lungun nai (betapa sedih), dangol nai (betapa sengsara, pilu), hansit nai (dibaca: hassit = alangkah sakit, pedih)
Kamus: buni = tersembunyi; mengkel (dibaca: mekkel) = tertawa; patar, hapataran, na patar = jelas, terbuka, transparan, tampak jelas (patar tarida); sungkun (dibaca: sukkun) = tanya, bertanya, masisungkun-sungkunan = saling bertanya, bertukar pikiran; alualu = pengaduan, pangalualuan = tempat mengadu; dok = berat, sedih; dokdok = sangat berat.
_________________

Tidak ada komentar: