Kamis, 14 Juni 2012

GULAMO & GAMBAS

Tolu gulamo na tata
(tiga ekor ikan asin yang masih mentah)

Kata gulamo dalam bahasa Batak kian jarang terdengar kini. Orang Batak kini lebih sering menyebut ikan asin daripada gulamo. Gulamo itu adalah ikan asin, sebagai bahan makanan yang awet dan tahan lama, dapat disimpan berbulan-bulan sebelum dimasak. Sangkin lamanya disimpan bisa-bisa dagingnya sudah kering dan tipis, kalau dimakan (setelah dimasak) seperti kerupuk, dikunyah berikut tulang-tulangnya.

Beberapa puluh tahun, mungkin ratusan tahun lalu, gulamo na tinutung i  (ikan asin yang dibakar) sangat populer dikonsumsi, khususnya jenis kapala batu/palabatu, yang dibuat dari ikan laut yang berkepala besar, ukurannya sepanjang telapak tangan. Disebut gulamo kapala batu karena di kepalanya yang besar dan keras sering terdapat endapan seperti batu.

Pada masa itu gulamo lebih sering dibakar di atas bara api, tidak digoreng, karena minyak goreng termasuk jenis bahan yang langka dan mahal di pedesaan Batak.  Untuk mendapatkan minyak goreng, mereka harus membuatnya sendiri dengan memasak santan kelapa di kuali berjam-jam sampai menjadi minyak kelapa.


Istilah lain untuk ikan laut yang diawetkan dengan cara dijemur yang dikonsumsi masyarakat Batak di Toba adalah gambas. 

Tidak ada komentar: