Rabu, 27 Juni 2012

EME (PADI)

Eme (foto, 2012)

Eme adalah padi. Padi merupakan tanaman budidaya masyarakat Batak tradisional, baik di hauma (persawahan atau perladangan menanam padi), balian (sawah), juma (ladang bercocok tanam berbagai jenis palawija dan juga padi), saba (sawah), uma (sawah, ladang; parumaon=  pertanian).

Jenis-jenis padi di tanah Batak: eme sianse (narara dohot na bontar/yang merah atau putih), siansimun, sidengke, sigaolgaol, sijame, sijarum, simpin tali, siompis, sipahantan, sipendek, sipijoni, sipulut, sirutas, sisiam, sitabmun, sitamba, sirusa.

Beberapa umpasa dan umpama yang menggunakan kata “eme”:

Eme na masak digagat ursa
Ia i na masa, i ma na niula
Padi menguning  dimakan rusa
Apa yang lazim itulah dilakukan (bersikaplah sesuai tata krama yang ada)

Eme sitamba tua, parlinggoman ni siborok
Debata ma na martua, horas ma hita diparorot
atau untuk baris keduanya:
(Debata do silehon tua, sai luhutna ma hita diparorot)
Padi sitamba tua, tempat nenaungannya anak kodok
Tuhanlah yang mulia,  sejahteralah kita  terlindungi
(Tuhanlah yang memberikan tuah, kita seluruhnya dilindungi)

Eme na marbiur, di lambung ni hariara;
Sai torop ma pomparanmu maribur, huhut matangkang marjuara
Padi yang berbulir (bernas), di samping pohon beringin
Kiranya banyak dan ramailah keturunanmu yang juga tegas, cerdik dan unggul

Gakgak eme na lambing, unduk eme na porngis
Mencongak padi yang hampa, menunduk padi yang berisi.
Diibaratkan akan orang yang suka menonjolkan atau membanggakan diri (sok pintar, sok kaya) tetapi sebenarnya tidak ada apa-apanya. Sebaliknya orang yang benar-benar pintar lagi bijaksana (kaya raya) tetapi tidak menonjol-nonjolkan kelebihannya.
  

Tidak ada komentar: