Kamis, 17 Mei 2012

HODA BATAK (KUDA BATAK)

Hoda Batak. Sumber Foto dari
http://www.equinekingdom.com/breeds/ponies/batak.htm



Kuda mempunyai makna penting bagi kehidupan masyarakat Batak Kuno.  Kata Batak itu sendiri  dalam bahasa original Batak berarti si penunggang kuda “yang tangkas”.*  Mamatak artinya menunggang kuda sambil memacu untuk bergerak cepat.  Konon, menurut orang tua-tua, bentuk atap Ruma Batak yang melengkung sebagai simbolisme punggung kuda.  Kuda juga bagi suku Batak Kuno sebagai hewan kurban ritual religi kuno.

Kuda Batak jenis kuda tersendiri dengan ciri dan karakter berponi, sangat jinak, mudah dikendalikan dan sangat mengagumkan bila dipacu. Warnanya bervariasi, ada coklat, merah, hitam atau putih. Tingginya sekitar 13 jengkal, dengan ekor panjang menjuntai, berpadu dengan fisiknya yang gagah, kuat dan kokoh.  Makanannya pun cukup rerumputan sehingga sangat ekonomis. Kuda Batak ini diperkirakan berasal dari kuda Mongolia dan campuran Kuda Arab.**

Kuda Batak tunggangan Raja Sisingamangaraja khususnya yang XII, berwarna putih, yang dikenal dengan “Sihapas Pili (berwarna putih bersih bagai kapas).” 

Jenis-jenis kuda Batak berdasarkan warnanya:
  • Silintom (silintong) = kuda Batak berbulu hitam
  • Sibungabunga       = kuda Batak berwarna merah.
Populasi Kuda Batak banyak di daerah Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, sekitar 14 km dari Lembah Bakara. Penduduk Dolok Sanggul (Par Dolok Sanggul) sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini masih memelihara tradisi membudidayakan Kuda Batak. Daging kuda merupakan makanan konsumsi sehari-hari dan sebagai menu khas istimewa di kedai-kedai makan Dolok Sanggul.

___________
                       http://en.wikipedia.org/wiki/Batak_Pony 

Tidak ada komentar: