Selasa, 01 Mei 2012

HEPENG (UANG)


Uang dalam bahasa Batak secara umum disebut “hepeng.” Contoh kalimat: Ndang adong hepeng = tidak punya uang.  Bisa jadi kata "hepeng" berasal dari "kepeng", mata uang zaman dulu yang tengahnya berlubang dan bertuliskan serta berasal dari daratan Cina Kuno.

Di wilayah Batak tertentu (beberapa di Samosir), hepeng disebut “hupang.”  Selain itu dalam bahasa Batak kuno, terutama pada “andung-andung,”* disebut sihumisik. (Asal kata: hisik=mengguncang-guncang pundi-pundi atau menggemerincingkan uang pada pundi-pundi --tempat menyimpan uang--). 

Yang berkaitan dengan jenis-jenis hepeng, yaitu:
- Ringgit = mata uang perak atau ringgit sitio soara (ringgit bersuara nyaring).
- Benggol = mata uang logam yang berlubang tengahnya.

Tidak diketahui sejak kapan mata uang berlaku di Tanah Batak, dan mata uang seperti apa yang digunakan.  Akhir 1700-an, William Marsden**, mendeskripsikan bahwa transaksi perdagangan pedagang dari pelosok Batak di pasar (onan)*** dilakukan dengan barter (tukar-menukar) komoditi. Terkadang dengan media cincin kawat dari kuningan, manik-manik atau garam. Untuk ukuran garam digunakan solup.****

Tolok ukur kekayaan (hamoraon) atau kemakmuran (maduma) secara duniawi pada masyarakat Batak kuno adalah "hasil pertanian yang berlimpah ruah dan kepemilikan banyak ternak yang beranak pinak"***** bukan "hepeng."

______________________
Untuk informasi tambahan lihat juga:
*) Klik di sini " Andung-andung" dan Klik di sini contoh "Andung-andung ni Anak Siampudan, **) Klik di sini informasi buku William Marsden, "History of Sumatra" atau download di link Tautan Referensi & Download pada Blog ini untuk naskah versi Inggris, yang diterbitkan tahun 1811, ***) Klik di sini "Onan", ****) Klik di sini "Solup", *****) Klik di sini "Duma" atau Kemakmuran.

Tidak ada komentar: