Sabtu, 24 Maret 2012

TUTUR

Tutur adalah 1. tata kerabatan, hubungan kekerabatan, hubungan persaudaraan, pertalian persaudaraan; 2. sapaan.  


Tutur dalam budaya Batak sebagai berikut:
  1. Ompung = kakek/nenek, orang yang sepuh, tetua, leluhur, kakek/nenek moyang: Ompung Doli = kakek; Ompung Boru = nenek.
  2. Amang = bapak, ayah  (Daamang/Damang, Among = papa, Ama)
  3. Inang = ibu, bunda (Dainang, Inong = mama, Ina)
  4. Anak = anak, anak laki-laki, putra
  5. Boru = anak perempuan, putri
  6. Pahompu = cucu
  7. Haha (Angkang) = kakak laki-laki atau perempuan.
  8. Anggi (Anggia) = adik
  9. Iboto (ito) = saudara perempuan (kakak atau adik perempuan), sepupu perempuan
  10. Amangtua = saudara laki-laki ayah yang lebih tua (kakak laki-laki ayah) 
  11. Inangtua = isteri dari Amangtua
  12. Amanguda (Uda) = saudara laki-laki ayah yang lebih muda (adik laki-laki ayah) 
  13. Inanguda = isteri dari Amanguda
  14. Tulang = paman, saudara (kandung) laki-laki ibu 
  15. Nantulang = bibi, tante, isteri dari tulang.
  16. Amangboru = suami dari saudara perempuan ayah 
  17. Namboru = saudara perempuan ayah,  Iboto/ito dari ayah
  18. Lae = ipar (suami saudara perempuan), panggilan lelaki kepada anak lelaki dari saudara perempuan ayah; secara umum panggilan sesama lelaki yang dianggap sebaya atau belum diketahui kekerabatannya atau tidak ada hubungan kekerabatan.
  19. Eda = sapaan antar perempuan yang beripar; panggilan seorang perempuan kepada putri pamannya, panggilan seorang perempuan kepada perempuan lain yang dianggap sebaya (biasa di temp[at umum atau kepada perempun yang sebaya jika belum tahu tutur kerabatnya)
  20. Bere = keponakan laki-laki/perempuan
  21. Pariban = sepupu yang bisa saling kawin
  22. Parumaen = menantu perempuan
  23. Hela = menantu laki-laki
  24. Simatua = mertua: Amang Simatua = mertua laki-laki; Inang Simatua = mertua perempuan.
  25. Inang Bao = panggilan oleh lelaki yang beripar  kepada isteri dari iparnya 
  26. Amang Baopanggilan oleh perempuan yang menjadi isteri lelaki yang beripar kepada ipar suaminya
  27. Ampara = panggilan akrab sesama laki-laki yang sebaya
  28. Angkang Boru = panggilan lelaki kepada istri dari abangnya.
  29. Anggi Boru = panggilan lelaki kepada istri adiknya


Berikut sapa untuk tutur pengulangan, setelah tingkatan kelima --generasi: 1. kakek/nenek, 2. orangtua, 3. anak, 4. cucu -- maka sapa kembali diulang (mangulahi).   
  1. Amang Naposo
  2. Inang Naposo  
  3. Tulang Naposo
  4. Angkang Mangulahi 
  5. Iboto Mangulahi 
  6. Amang Mangulahi = ayah dari kakek/nenek
  7. Inang Mangulahi = ibu dari kakek/nenek

(Poso = muda, naposo = yang muda, poso-poso=bayi) 



Tutur juga berarti: tersusun rapi, teratur, berderet; panuturi = penasihat; tuturan = pengajaran, ajaran.

1 komentar:

amey de azure mengatakan...

hmm,,
keren ne buat next generation tuk ttp mnjga budaya ...