Selasa, 27 Maret 2012

TINGKI NA LIMA

Kala Senja (Botari) di Dataran Tinggi Toba (Foto, 2011)
Tingki na lima (dibaca: tikki na lima) atau "waktu nan lima" adalah pembagian waktu terang dalam sehari mulai dari torang ari (hari terang), pukul 05.00 WIB ke binsar mataniari  (matahari bersinar) sampai dengan bot ari (menjelang gelap) ke mate mata ni ari (matahari terbenam) , yaitu: 

1. Sogot ni Ari adalah antara pukul 05.00 s/d pukul 07.00 WIB (pagi hari). 
    Asal kata : sogot = pagi. Sogot juga bisa berarti  besok (marsogot) atau 
    hari yang akan datang.
2. Pangului  adalah antara pukul 07.00 lewat s/d pukul 11.00 WIB (pagi 

    menjelang siang)
3. Hos ni Ari  adalah tengah hari ketika matahari berada pada titik kulminasi, 
    antara pukul 11.00 lewat s/d pukul 13.00 WIB (siang hari). Lebih spesifik:
    marhira hos = pukul sekitar pukul 11.00 WIB, jika dikatakan hos ari 
    atau tonga ari = tengah hari pada pukul 12.00 WIB.
4. Guling ni Ari, 
   Secara umum sebutan waktu antara pukul 13.00 (lewat tengah hari) s/d pukul 
   17.00 WIB (sore hari), dan secara khususguling ari: matahari mulai bergulir 
   (condong) ke Barat, pukul 13.00 s/d 15.00 WIB.  Jika dikatakan guling dao: 
   (bergulir jauh) mulai pukul 15.00 lewat sampai 17.00 WIB    
5. Bot ni Ari (Botari) adalah antara pukul 17.00 s/d pukul 18.00 
   (petang hari). Asal kata, bot = hampir gelap, menjelang malam.


Tingki na lima atau pembagian hari dalam lima kurun waktu ini disebut juga parmamis.

Tidak ada komentar: