Senin, 19 Maret 2012

SIBORU DEANG PARUJAR MERAYU NAGA PADOHA

MITOLOGI: LAHIRNYA MANUSIA PERTAMA "BATAK" (V)


Siboru Deang Parujar menahan amarahnya, dalam hatinya ini sudah keterlaluan.  Timbul akal dan niatnya untuk menaklukkan Naga Padoha.  Ia merasa yakin, lalu berkata, “Baiklah, aku ingin tahu kesungguhan hatimu.  Maukah kau menuruti persyaratan yang kuminta?”

 “Katakanlah manisku,” Naga Padoha tersenyum bahagia, merasa angannya sebentar lagi akan segera terwujud, memperistri Siboru Deang Parujar yang rupawan. 

“Pertama aku ingin mengetahui seberapa tangguh dirimu.  Aku akan merantaimu lehermu, tangan dan kedua kakimu dengan besi.” kata Siboru Deang Parujar hati-hati, khawatir Naga Padoha menolak.

“Perkara kecillah itu! Sekali sentak sudah rontok kubuat,” kata Naga Padoha dalam hati, sambil membusungkan dada.  Ia tahu kemampuan dan kekuatannya, apalagi jika hanya rantai besi saja.

“Aku setuju aku ikuti apa maumu hasian asal kamu bersedia kawin denganku,” kata Naga Padoha dengan percaya diri.  Dia merasa Siboru Deang Parujar telah terpikat dan mengaguminya yang gagah dan perkasa, dan ia ingin membuktikannya.  

Siboru Deang Parujar memanggil Leangleang Mandi  agar meminta dan mengirimkan blok dan rantai baja dari Ompu Mulajadi Na Bolon.  Ompu Mulajadi Na Bolon memberikan rantai besi baja yang berat dan terkuat. 

Siboru Deang Parujar membawa ikatan rantai besi baja kepada Naga Padoha.  Naga Padoha bahkan dengan sukarela dan sigap merantai dirinya sendiri, “Tidak usah repot Boru ni Raja, biar aku sendiri yang memakainya,” kata Naga Padoha.

“Nah beres, apa yang harus kulakukan?” tanya Naga Padoha.  Ia menunjukkan bahwa benar posisinya sudah terantai sesuai keinginan Siboru Deang Parujar. 

Siboru Deang Parujar berkata, “Kamu sekarang terantai.  Cobalah lepaskan jika kamu bisa maka aku akan memenuhi permintaanmu.”   Siboru Deang Parujar harap-harap cemas, ia ingin mengetahui seberapa kuat rantai baja itu.  Semoga saja Naga Padoha tidak dapat meloloskan diri dari belenggu tersebut sehingga tidak bisa berbuat macam-macam.  


Luar biasa!!! Naga Padoha memang perkasa, dengan sekali sentak rantai itu hancur porak poranda dan berkeping-keping.

Siboru Deang Parujar kali betul-betul panik. Ia mencari akal, katanya, “Barangkali itu cuma kebetulan, aku akan melakukannya sekali lagi! Aku akan mencari rantai yang lebih kuat.”  

Naga Padoha berkata, “Silakan, apa saja yang kamu katakana. Sekali ini aku pun akan memberikan kesempatan padamu! Tetapi setelah itu kita kawin.”

Tidak ada komentar: