Kamis, 01 Maret 2012

WILAYAH NEGERI BAKARA


Peta Letak Negeri Bakara di wilayah Sumatera Utara 

Peta Letak Negeri Bakara, di Teppi Tao Toba
Bakara (Huta Bakara), nama sebuah desa di lembah yang diapit pegunungan dataran tinggi Toba, terletak di Barat Daya Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan), Kecamatan Baktiraja (Bakara, Tipang dan Janji Raja).  Menempati area seluas + 2.500 hektar.  Banyak terdapat banyak sumber air jernih yang berasal dari mata air tanah maupun dari celah batu cadas di lereng pegunungan (Aek Sipangolu, Aek Janji raja, Aek Sitiotio).




Jumlah penduduknya tahun 2006 sekitar +  1.600 jiwa, + 400 kepala keluarga.  Mayoritas suku Batak Toba, keturunan Marga Bakara, Sinambela, Sihite, Simanullang, Marbun dan Simamora. Penduduk menganut agama Protestan (HKBP, GKI, Advent) dan Katholik.  Ada juga yang beragama Islam, kurang dari 10 jiwa. 

Mata pencaharian penduduk bertani padi, palawija (cabai, bawang, tomat), sebagian kecil lahan pertanian ditanami kopi dan coklat.  Tanahnya berbatuan tetapi subur. Terdapat pohon kelapa, kemiri dan sepanjang tepian sungai Aek Silang, Aek Simangira dan Danau Toba banyak ditanami pohon mangga.  Tanaman "sotul" (buah kecapi) masih ada, tinggal beberapa batang pohon (hampir punah).

Wilayah sub desa di Huta Bakara diantaranya: Huta Tinggi, Huta Ginjang, Huta Siunong-unong Julu, Sitedak,  Lumban Simamora, Lumban Raja, Lumban Sibabiat, Sionggang, Simangulampe, Huta Sihite, Huta Sinambela, Huta Simanullang, Onan (Pasar, Hari Pasar setiap hari Rabu), Onan Lobu (dermaga kapal), Huta Marbun, Sosor Tangga,  Sosor Gonting, Janji Raja berbatasan dengan Tipang dan wilayah Muara. Salah satu ciri khas pusat masing-masing perkampungan marga adalah pohon Hariara, yang masih ada hingga kini di Lumban Raja, Siunong-unong Julu, Huta Simanullang, Huta Sinambela dan Huta Marbun. 

Huta Bakara beriklim sejuk dan pemandangannya indah permai. Huta Bakara sebagai situs sejarah kebudayaan Batak  dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Tanah Batak melawan pendudukan Belanda (si Bontar Mata --demikian orang Batak Kuno menyebutnya-- Bolanda = kaum mata putih, Belanda) selama tiga puluh tahun (1877 - 1907) di bawah kepemimpinan Raja Sisingamangaraja dari Bakara.


Jarak tempuh dari Medan, ibukota Provinsi  melalui Berastagi - Kabanjahe - Sidikalang - Dolok Sanggul  +  275 km dan jika melalui Tebing Tinggi - Siantar - parapat - Balige - Dolok Sanggul sekitar 325 km.  
_____________________________

Tidak ada komentar: