Rabu, 07 Maret 2012

BENDA PUSAKA KERAJAAN


Ilustrasi Lage Omas Si Pitu Lapis di Lumban Raja, Bakara (Foto 2006)

Pada suatu ketika, menurut riwayat, Raja Sisingamangaraja I menemui pamannya (tulang) seorang tokoh sakti bernama Raja Uti, di Manduamas, Barus.  Untuk dapat bertatap muka dan mengadakan pertemuan, Sisingamangaraja harus menghadapi serangkaian rintangan dan ujian.  Berkat  ketangguhan, kesaktian dan kecerdikannya, ia dapat melaluinya, dan selanjutnya beberapa benda "unik" dan "langka" sebagai persyaratan yang harus disediakan dan ditunjukkan Sisingamangaraja dapat terpenuhi.

Akhirnya Raja Uti yakin bahwa benda-benda (unggasan) pusaka kerajaan Batak dari Leluhur Raja Batak harus diteruskan kepada generasi berikutnya yang benar-benar sudah diwahyukan.  

Ia berkata kepada Sisingamangaraja, "Bahwa benda pusaka tersebut diberikan dan sampai kepadaku atas kehendak dan kuasa Ompu Mulajadi Na Bolon melalui jalan kebenaran. Jika memang harus disampaikan kepadamu sebagai pewarisnya, pintalah melalui tonggo (doa) kepada Ompu Mulajadi Na Bolon."

Setelah Sisingamangaraja selesai martonggo, maka muncullah benda-benda pusaka di hadapannya, yaitu:
  1. Piso Solam Debata (Piso Gaja Dompak), sebuah pisau pedang bermata dua, dengan ukiran kepala gajah pada gagangnya.
  2. Hujur Siringis (Hujur Sitonggo Mual), tombak kecil untuk membuka mata air.
  3. Tuntuman Sutora Malam, tenunan ulos nan indah terbuat dari sutra, sebagai pakaian kebesaran.
  4. Ulos Sande Huliman, atau Tali-Tali (Detar), kain yang dililitkan ke kepala sebagai mahkota.
  5. Lage Silintong Pinartaraoang Omas atau Lage Omas Si Pitu Lapis, tikar permadani kerajaan berlapis tujuh, berhias emas.
  6. Tabu-tabu Sitarapullang, buli-buli tempat air obat mujarab. Disebut: “tabu-tabu sitarapullang, ia sian i dalanna ro, tusi dalanna somuang,” artinya buli buli sitarapullang, dari mana asalnya datang itulah dari situ pula jalannya kembali.
  7. Gaja Puti, gajah berwarna putih binatang langka, hanya raja-raja besar yang memilikinya.

 Benda-benda pusaka tersebut dibawa pulang Sisingamangaraja ke Bakara.  
______________ 
Klik juga:  Harajaon BatakRaja Uti.  Kisah perjalanan Sisingamangaraja ke Bakara dengan membawa Gaja Puti, dan dipergunakannya Hujur Siringis untuk membuka mata air yang menjadi air terjun, klik  Aek Sipangolu.

Tidak ada komentar: