Kamis, 01 Maret 2012

BEGU, SUMANGOT DAN SOMBAON

Dalam konsep religi Batak, terdapat istilah Tondi, Sahala dan Begu.*)  Begu adalah tondi dari orang yang telah meninggal. Tondi tersebut wujudnya roh atau arwah. Arwah orang terhormat, arwah leluhur yang bermartabat dan mulia disebut Sumangot atau Simangot.   Menurut kepecayaan Batak kuno, status "begu" bisa meningkat ke taraf yang lebih tinggi menjadi Sumangot.  Sedangkan "Parsimangotan" adalah tempat sakral yang diyakini kediamannya roh  leluhur.

Selain itu, termasuk dalam golongan begu, yaitu makhluk-makhluk halus seperti jin dan hantu. Makhluk ini menurut sifatnya, ada yang baik dan yang jahat.  Diantara yang jahat seperti   begu ganjang  (hantu panjang) yang bisa disuruh-suruh untuk berbuat jahat; begu antuk dan begu laos (hantu pementung dan hantu berkeliaran yang menyebabkan suatu penyakit epidemi/wabah, mis. kolera). **) 

Makhluk halus berwujud roh lainnya yang berdiam pada tempat keramat atau angker (menyeramkan, menakutkan)  seperti  pada pohon yang tinggi, pada gunung yang tinggi, jurang yang dalam, hutan belantara, batu-batu besar, tepian sungai, danau, dsb disebut Sombaon,  Sisombaon dan Solobean. Tempat-tempat kediamannya dinamakan parsombaonan.  

Konsep lain yang identik dengan Sombaon yakni Hagogoon, Habonaran, Pangisi,  Boraspati, atau Borpati, seperti hagogoon/habonaran/pangisi/boraspati/borpati ni: tano;  luat; huta, dsb untuk penyebutan pada penguasa "alam gaib" di suatu lahan/tanah, daerah, kampung yang masing-masing mempunyai kekuatan keduniawian "hagogoon ni haportibion" yang fana. Misal: Boru Saniang Naga, penguasa air. Boraspati ni tano dan boraspati ni jabu disimbolkan dengan totem cicak/tokek atau kadal sebagai penguasa tanah dan penguasa gaib suatu rumah.  

Konsepsi di atas dapat dipahami sebagai pengetahuan bahwa "sejak dahulu, Suku Batak (Leluhur Batak) telah menyadari adanya eksistensi makhluk lain ciptaan Sang Maha Pencipta (Ompu Mulajadi Nabolon) yang  "berwujud halus" dan tidak terlihat, hidup di bumi ini --di luat portibi on-- bersama manusia dalam dimensi berbeda, memiliki karakter tersendiri, berakal dan berkehendak, bersosialisasi, serta mendiami tempat tertentu atau yang tersembunyi," 
________
*) Klik juga Tondi dan Sahala
**) Begu Antuk dan Begu Laos lebih cenderung bukan berwujud "begu" tetapi "idiom" untuk menamakan "vektor" yang menyebabkan dan menyebarkan penyakit.

Tidak ada komentar: