Jumat, 02 September 2011

UMPASA, UMPAMA DAN UNGKAPAN DALAM BAHASA BATAK TOBA

Umpasa, Umpama dan Ungkapan dalam Bahasa Batak Toba
Judul      : Umpasa, Umpama dan Ungkapan dalam Bahasa Batak Toba
Karya     : Drs. Richard Sinaga
Penerbit  : Dian Utama, Cetakan Kedua, Jakarta, 2007
Halaman : 144
 
Bahasa   : Indonesia


Satu lagi hasil karya Drs. Richard Sinaga yang sangat berharga untuk memahami adat budaya Batak Toba dari sisi "umpasa, umpama dan ungkapan."  Dalam buku ini dijelaskan perbedaan umpasa dan umpama, selanjutnya beberapa umpasa, umpama dan ungkapan yang terpilih disusun sesuai abjad, diberi arti harfiah dan maknanya.   

Pada halaman 07 - 13, Drs. Richard Sinaga mengemukakan pendapatnya guna meluruskan sudut pandang, dan pemahaman yang keliru dalam memaknai nilai-nilai dan hakekat umpasa dan umpama Batak Toba. Disamping itu juga tentang bagaimana etika; sikap; dan tata cara menyampaikan maupun merespon (menanggapi) suatu umpama/umpasa dalam suatu kegiatan adat atau pertemuan sosial.   

________________
Klik juga pada: Hata Tona, Poda, Umpasa dan Umpama

HAU SINGKAM MABARBAR


Hau Singkam Mabarbar atau Singkam Mabarbar merupakan suatu  idiom (ungkapan),  yang berasal dari kata:
  • Hau=pohon/batang pohon/kayu.
  • Singkam = sejenis pohon besar
  • Mabarbar = rusak, hancur, atau luluh lantak akibat ditebas kampak/parang
Hau singkam mabarbar, secara harfiah artinya pohon besar yang hancur beserta serpihan-serpihannya akibat tebasan kampak/parang.

Ungkapan ini maknanya:
  1. Gambaran suatu persoalan/konflik  berat, prahara, keruwetan, kesulitan/ kesusahan, perkelahian, permusuhan yang terjadi sebagai akibat dari suatu sifat/karakter, tindakan atau perbuatan yang tidak baik (negatif). 
  2. Akibat buruk/celaka karena suatu sikap (attitude) atau perilaku (behaviour) yang buruk (tercela). Akibat tersebut bagaikan batang pohon yang tertakik-takik, bahkan roboh ditebas, lebih parah lagi menjadi serpihan. 
  3. Seberapa kokoh atau kuat seseorang dalam kedudukan atau keduniawiannya, jika tidak dapat menjaga dirinya, atau selalu membuat permusuhan/permasalahan, lambat laun akan hancur juga akibat perbuatan dan persoalan yang menerpa bertubi-tubi kepadanya.