Jumat, 11 November 2011

HATA TONA, PODA, UMPASA DAN UMPAMA

Pada tradisi, adat dan budaya Batak Hata tona dohot poda" (kata amanah dan nasihat), umpasa dohot umpama (pantun dan peribahasa), berisikan tentang bagaimana membangun sistem “moral” yang “kini” senantiasa diajarkan oleh agama-agama modern di seluruh dunia.

Hata tona dohot poda dapat disampaikan dalam bentuk umpasa dan umpama. Bahkan segala pesan yang disampaikan dalam bentuk umpasa dan umpama "tertentu" bukan hanya sekedar kata-kata bijak yang indah dan baik (hata na uli jala na denggan) tetapi merupakan "ucapan berkat (pasu-pasu) dan doa (tangiang)" dari yang menyampaikan kepada yang menerimanya.

Hata Tona dan Poda:

1. Hata Tona

    Kata-kata yang berisi: amanah, pesan atau anjuran

    Misal: Ingkon di toru do tangan na mangido

    Artinya: "Harus di bawah posisi tangan meminta", maksudnya jika mengharapkan 
    atau memohon sesuatu hendaklah dengan kerendahan hati. 
2. Hata Poda: 

    Kata-kata nasihat.

    Misal : "Pantun do hangoluan, tois do hamagoan" 

    Artinya: Sopan santun sumber kehidupan, tetapi congkak alamat celaka.


Umpasa dan Umpama

1. Umpasa, peribahasa, berbentuk pantun
peribahasa yang biasa disampaikan kepada mempelai pengantin :
"Bintang na rumiris, ombun na sumorop, 

Anak pe riris, boru pe torop"


Artinya: "Bintang bertaburan berderetan, titik-titik embun bertebaran  turun ke bumi.

Anak (laki-laki) pun akan lahir berjejer berurut-urut, demikian 
anak (perempuan) pun  banyak."

Maksudnya: Umpasa ini merupakan harapan dan doa orang tua, sanak saudara agar mempelai akan "gabe" yakni mempunyai anak  (berketurunan) laki-laki dan perempuan. 

Kamus:
Riris: dalam satu baris, berderet, berjejer, terbagi merata; Torop: banyak, berjibun, ramai (orang); sumorop: awan/embun: turun dekat tanah, bergantung rendah (dekat tanah).

2. Umpama, perumpamaan (laksana, bagaikan, ibarat)
"Masiamin-aminan songon lampak ni gaol, masitungkol-tungkolan songon suhat di robean." 

Artinya: "Saling menyokong (berlapis-lapis) seperti kulit batang pisang, saling menopang seperti talas di kebun di lereng gunung ."  

Maksudnya: hendaklah saling seia sekata dan saling mendukung dalam menjalani kehidupan (kebersamaan).

Kamus:
Bedakan antara tungkolan dengan tungkolon, agar tidak salah pengertianTungkolon = sakit gigi/gusi bengkak karena gigi  yang  berlubang. Jika tungkol-tungkolon artinya sering mengalami sakit gigi.

____________
Klik di sini: Robean


Tidak ada komentar: