Minggu, 07 Agustus 2011

ARSIP BAKARA

Arsip Bakara merupakan peninggalan tertulis Kerajaan Sisingamangaraja di Bakara, berisi tentang:
  1. Sejarah kerajaan Batak sampai dengan Kerajaan Sisingamangaraja;
  2. Penolakan Batak terhadap Si Bontar Mata (kolonialisme Belanda); 
  3.  Laporan dan dokumen pemerintahan Sisingamangaraja XI secara rinci dan akurat lengkap dengan tahun-tahun kejadian;
  4. Rencana kerja dan restrukturisasi wilayah Bakara pasca perang di Bakara.
Arsip Bakara ditulis tangan, menggunakan tinta Cina yang tahan air dan anti luntur di atas kertas ukuran foolscap, buatan Italia yang dikirim lewat Aceh.  Tulisan tersebut dalam bahasa dan aksara Batak yang merupakan arsip Sisingamangaraja XI.  Terdiri dari 23 jilid, masing-masing jilid setebal + 5 cm. Setiap buku disampul dengan kulit kerbau dan katun, sangat rapi, seperti deretan Buku Ensiklopedia. Total ketebalan buku jika disusun sekitar 1,5 meter.  

Arsip Bakara diselamatkan oleh Pendeta Pilgram pada tahun 1884, kemudian disimpan oleh Joustra dan selanjutnya diserahkan kepada Poortman di Voorburg Holland

Informasi mengenai adanya Arsip Bakara secara lebih detail disebutkan pada Lampiran XIX buku berjudul “Tuanku Rao” yang disusun oleh Mangaradja Onggang Parlindungan, Penerbit Tandjung Pengharapan, Djakarta: 1964.

Tidak ada komentar: