Minggu, 12 Juni 2011

UNANG, TONGKA, SUBANG DAN ROBU

Suku Batak mengenal norma-norma dan tata aturan dalam kehidupan sosialnya, yang terdapat dalam istilah di atas. Pengertiannnya hampir mirip, yakni:

Unang
Unang = jangan, agar tidak. Unang adalah bentuk “larangan yang keras.”  Jika dikatakan “unang” sama sekali tidak boleh dilakukan, jika dilakukan akan mendapat sanksi hukuman keras (hukuman fisik/badan).
Misalnya: berjinah (mangalangkup). Seorang yang tertangkap berbuat jinah, bagaikan hewan liar yang masuk di ladang (babi panoro), sehingga siapa pun orang berhak membunuhnya tanpa tuntutan apa-apa.

Tongka
Tongka merupakan kata seruan peringatan akan hal-hal yang pantang, tabu, pamali untuk dilakukan atau disebutkan. Artinya: pantang/jangan sebut, pamali/dilarang dilakukan/sangat tidak pantas dilakukan atau disebut. Misalnya: seseorang akan mengingatkan dengan mengatakan “tongka (dibaca tokka)” apabila seseorang mengatakan sesuatu yang tidak pada tempatnya atau menyebut yang tidak sepantasnya/tidak senonoh; “Tongka!” bila menerima sesuatu pemberian dengan tangan kiri. 

Subang
Subang artinya sumbang (melanggar adat kebiasaan yang lazim) apabila dilakukan; tabu, terlarang; tidak boleh; tidak diijinkan; tidak pantas untuk dilakukan.  Misalnya subang antara sesama bao (amang bao dengan inang bao) atau istri adik (anggi-boru) dengan abang suaminya (angkang baoa) bersentuhan anggota tubuh, bercakap berduaan tanpa kehadiran orang ketiga.
Subang juga bisa berarti haram. Misalnya istilah “parsubang” dimaksudkan sebagai orang yang “haram” atau tidak makan daging babi.

Robu
Tabu, pemali/pantang diperbuat karena sesuatu tersebut terlarang. Misalnya : “robu” bekerja pada waktu/hari tertentu.

Tidak ada komentar: