Selasa, 17 Mei 2011

PENDAPAT, KARYA TULIS DAN PANDANGAN PENGINJIL TENTANG BATAK

Beberapa pendapat, karya tulis dan pandangan penginjil Kristen tentang Batak, yaitu:
  1. Tahun 1824, Penginjil Burton dan Ward dari Inggris dengan laporannya, “Report of Journey into the Batak Country in the Inferior of Sumatera, in the Year 1824” dalam “Transactions of the Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland,” terbit di London tahun 1827.  Isinya: gambaran, ciri-ciri dan keadaan kehidupan social, keramahan dan keterbukaan masyarakat Batak, selain itu juga adat istiadat, agama dan tata kehidupan penduduk di daerah Tapanuli sekitar Sibolga, Silindung dan sebagian Hurlang.
  2. Tahun 1849-1857, Herman Neubronner van der Tuuk (Dr. Van der Tuuk) --oleh orang Batak kuno dipanggil "Pandortuk"-- dari Amsterdam, utusan Dutch Bible Society (Kongsi Bible Netherland) membuka jalan pelayanan zending agama Kristen Protestan kepada suku Batak.  Selama delapan tahun Van der Tuuk bersosialisasi dengan masyarakat Batak di Barus, mempelajari tentang Batak. Ia menulis tata Bahasa Batak dan membuat kamus Bahasa Batak - Belanda yang terbit 1861 beserta cerita-cerita rakyat.
  3. Johannes Warneck, doctor theologia dari “Rheinischen Missionsgesellschaft” Jerman,  pernah bertugas di antaranya di Nainggolan (1893), Balige (1895). Tahun 1905, J. Warneck menyusun kamus Bahasa Batak Toba (Tobabataksch-Deutshes Wortherbuch).  Pendapat J. Warneck (1932) tentang upaya inkulturisasi Eropa terhadap adat Batak“Adat baru itu sekali-kali tidak dapat dibuat, setidak-tidaknya bukan dengan perantaraan orang Eropa, baik ia seorang pegawai pemerintah, maupun seorang utusan Zending.  Adat itu harus dengan sendirinya lahir dari perasaan yang paling dalam yang dikandung oleh suku bangsa itu.”   

Tidak ada komentar: