Minggu, 29 Mei 2011

KOSMOLOGI BATAK (I): SANG MAHA PENCIPTA SEMESTA ALAM BESERTA ISINYA

Kosmologi --menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia--, yakni ilmu yang menyelidiki asal-usul, struktur dan hubungan ruang-waktu dari alam semesta;  dan juga ilmu (cabang dari metafisika) yang menyelidiki alam semesta sebagai sistem yang beraturan. 


Pemahaman suku Batak kuno mengenai semesta bahwa: alam semesta merupakan suatu system yang berhubungan satu sama lain; tidak terjadi begitu saja melalui suatu proses; tetapi karena daya kreasi yang luar biasa dari yang tidak ada menjadi ada oleh suatu kekuasaan yang melebihi apa pun yang ada di semesta.

Sang Maha Pencipta semesta alam beserta segala isinya menurut kepercayaan Batak Kuno adalah Ompu Mulajadi Na Bolon (Sang Maha Pencipta yang Akbar) yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa. 
Etimologinya:
  • Ompu = Mpu, panggilan hormat terhadap yang lebih tinggi (tertinggi) status dan kedudukannya.
  • Mula   = mula, awal, pertama,
  • Jadi    = cipta, menciptakan, menjadikan
  • Na       = yang
  • Bolon = maha, besar, akbar.

Pemahaman atau kepercayaan ini tidak serta merta atau timbul begitu saja atau bersumber dari pengetahuan (parbinotoan) manusia, pemujaan terhadap roh (hasipelebeguon), hadatuon (perdukunan), kesurupan (siar-siaran) atau kisah turun temurun (turi-turian) melainkan melalui wahyu atau istilah Batak Kuno adalah “Tondi na Badia” (Roh yang Kudus) dari Ompu Mulajadi Na Bolon kepada Si Raja Batak.

Wahyu inilah sebagai sumber yang “manuturi (mengilhami, menasihati, memandu), marmeme (menuntun, mengarahkan), marorot (mengawasi, menjaga)” untuk nilai-nilai dasar religi, budaya dan tata masyarakat Batak sebelum masuknya ajaran agama ke Tanah Batak tahun 1820-1850-an.

Tidak ada komentar: