Kamis, 07 April 2011

UNDANG-UNDANG

Undang-undang merupakan salah satu seniuntuk menyampaikan maksud dengan uji-ujian atau senda gurau antara muda-mudi pada masa Batak kuno untuk mengungkapkan maksud dan menguji kepekaan pasangan dalam bahasa yang tersirat.
Contoh undang-undang:
Jika seorang pemuda/pemudi mengajukan pernyataan:
1. "Ulos na tinonun sadari, disi pamulosina dohot panghotang-hotangina" (selendang yang ditenun sehari lengkap sama rambu-rambu dan pinggirnya terjalin baik). Maksudnya adalah ulos(selendang) yang dibeli di pasar, karena tidak mungkin menenun ulos secara sempurna dalam satu hari.
2. "Ulos ada, ia nilulun nasa siporhot, ia pinaherbang nasa bidang ni langit" (ulos tersedia, digulung sebesar gulungan rambut, dibentangkan menjadi selebar langit). Sebagai kiasan agar tidak mudah tersinggung, bisa mengendalikan diri atau perasaan sesuai keadaan.

Tidak ada komentar: