Selasa, 05 April 2011

AGAMA BATAK (UGAMO BATAK)

Sebelum masuknya agama-agama ke Tanah Batak (pra 1820-1850), masyarakat Batak mempunyai kepercayaan religi tertentu yaitu Malim sebagai ugamo Batak (agama Batak). Penganut “Malim” disebut “Parmalim” (kaum alim/saleh). Agama ini bukan “Parbaringin”, karena sebutan Parbaringin adalah untuk pendeta penyelenggara ritual pertanian; dan bukan si Pelbegu/Pelebegu (Pel/Pele = memberi sajen, begu=roh). 

Agama “Malim” percaya dan menyembah Ompu Mulajadi Na Bolon (Sang Maha Pencipta. Mulajadi=Pencipta, Na Bolon= Sang Akbar/Maha Besar). Ompu Mulajadi Na Bolon sebagai Debata (Tuhan) yang menciptakan semesta raya, bumi beserta isinya, termasuk manusia. Menurut “Parmalim,” Ompu Mulajadi Na Bolon sebagai penguasa tertinggi di jagad raya, yang tidak bermula dan tidak berakhir (Na so marmula jala Na so marujung), bertahta di tempat maha tinggi di langit yang tertinggi (hundul di tatuan, di ginjang ni ginjangan, di langit ni langitan).

Agama Malim: mewajibkan ritual “mangorom” (puasa/saum) pada waktu tertentu berdasarkan parhalaan (penanggalan/kalender Batak, menurut perhitungan peredaran bulan mengelilingi bumi); mengharamkan (subang) mengkonsumsi daging hewan yang tidak disembelih (bangkai hewan), daging babi atau anjing dan darah.

Saat ini Malim atau Parmalim disebut sebagai "Aliran Kepercayaan Batak"

3 komentar:

rahmat hidayat mengatakan...

mirip Islam ya

darma lubis mengatakan...

Bukan mirip, kalau ditelusuri lagi, ini ajaran Nabi Daud, yang kemudian disempurnakan dalam Islam.

Anime++ mengatakan...

Bukan Islam, klo Islam pasti mengakui Muhammad..

ini lebih ke Yahudi