Sabtu, 23 April 2011

SEJAK KAPAN "BATAK" ADA DI TOBA?

Batak [1]  sebagai "nama" baru ada sejak Si Raja Batak [2]  diperkirakan sekitar tahun 1200-an berdasarkan perhitungan generasi garis keturunannya.  Semua keturunan Si Raja Batak inilah yang disebut sebagai Suku Batak.

Asal usul Si Raja Batak, dalam hal ini masih "samar" jika ditelusuri dari bukti-bukti sejarah. Diperkirakan Batak dari rumpun Proto-Melayu, yang berasal dari sebuah wilayah di daratan Cina Selatan yang berimigrasi ke Asia Tenggara.  Menetap di Barus yang terkenal sebagai pelabuhan internasional sejak abad ke-6 [3]  .

Barus menjadi wilayah dominasi Kerajaan Sriwijaya, tetapi akibat serangan tentara Cola di India 1025 kepada Sriwijaya, Barus turut mengalami kehancuran.  Dari puing kehancuran, penduduknya mencari kehidupan baru termasuk Si Raja Batak ke wilayah Toba (Toba adalah wilayah lembah atau pegunungan di sekitar Danau Toba).

Tahun 1293 M sampai dengan 1500 M, Kerajaan Majapahit menganeksasi wilayah Kerajaan Sriwijaya di Sumatera bagian Utara [4].  Ekspedisi terbesar Majapahit dipimpin Patih Gajah Mada menjejakkan kaki sampai di wilayah aliran muara sungai Asahan (1331-1364).  Selama tiga puluh tiga tahun pasukan Majapahit berada di Sumatera bagian Utara.  Menurut versi sejarah tarombo Batak, salah satu keturunan Si Raja Batak, yaitu cicitnya (anak dari cucunya) bernama Tuan Sorbadibanua yang tinggal di Lobu Parserahan, Balige tidak begitu jauh dari sungai Asahan, beristrikan (istri kedua) wanita keturunan Majapahit --dialek Batak: Basopaet--, yaitu Siboru Basopaet.  Dari perkawinan ini lahir tiga orang anak, yaitu: Si Raja Sumba, Si Raja Sobu dan Si Raja Naipospos.

Jadi, 
1.  Nama "Batak" dan keturunan Si Raja Batak mendiami Toba sekitar tahun 1200-an, dan asal usul "Batak" telah ada sejak abad sebelum Masehi tetapi belum menyandang nama "Batak."  
2. Generasi "Batak" bernama Tuan Sorbadibanua, cicit dari Si Raja Batak,  beristrikan Siboru Basopaet. Selanjutnya keturunan marga Batak dari garis ini berdarah campuran Batak dan Jawa.   Marga-marga dari keturunan ini marhula-hula kepada "Suku Jawa dari pihak Siboru Basopaet."  [5]


[1] Batak  [2] "Masa Kegelapan (Tingki Ni Lumlam) [3]  Mengenai Barus, bahkan pendapat lain mengatakan sejak abad sebelum Masehi, Pansur, Fansur, Fansuri, Fanchour atau Barus, Barusai, Barousai sudah dikenal sebagai kota pelabuhan dan perdagangan internasional yang ramai, [4] Majapahit Empire, http://en.wikipedia.org/wiki/Majapahit-Empire.  [5] Lihat Tarombo keturunan Si Raja Sumba, Si raja Sobu dan Si raja Naipospos

4 komentar:

bredmart mengatakan...

Batak salah satu bangsa besar dan terkenal perantau ulung. Pekerja keras dan tegas. Semoga makin jaya

Mas Dartono mengatakan...

Luas biasa yah...meskipun Majapahit menguasai seluruh Indonesia plus tetangga sering dianggap mitos dan berlebihan, ternyata ada jejak2 yg mengarah ke sana. Saya yakin program persatuan se wilayah asia tenggara sudah divisikan di zaman itu dan diusahakan. Mungkin dan bs jadi belum berhasil.

Andri Vrenius mengatakan...

Yang menikah dengan putri majapahit itu generasi ke 5 dari/setelah si raja batak. Jadi batak bukan keturunan majapahit. Tolong diperlengkap dan diperjelas imformasinya, sehingga tidak menyesatkan generasi2 penerus yang ingin mencari tahu kebenaran sejarah marga mereka.
Terima kasih. HORAS.HORAS.HORAS.

Andri Vrenius mengatakan...

Yang menikah dengan putri majapahit itu generasi ke 5 dari/setelah si raja batak. Jadi batak bukan keturunan majapahit. Tolong diperlengkap dan diperjelas imformasinya, sehingga tidak menyesatkan generasi2 penerus yang ingin mencari tahu kebenaran sejarah marga mereka.
Terima kasih. HORAS.HORAS.HORAS.