Selasa, 26 April 2011

PUSUK BUHIT

Dolok Pusuk Buhit (Foto, 2010)
Pusuk Buhit sebuah gunung berbentuk kerucut yang tumpul dengan ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, tertinggi di antara deretan pegunungan sekitarnya, terletak di barat pantai Danau Toba, dekat Pangururan.  Sebahagian kaki gunung berbatasan dengan Tao Toba (ketinggian + 400 meter dari permukaan air danau), sisi lainnya berlereng tebing curam berbatasan dengan lembah yang memberi jarak dengan deretan pegunungan Bukit Barisan. 

Asal-usul leluhur Suku Batak yang bermukim di Toba, diyakini bermula dari Dolok Pusuk Buhit (Gunung Pusuk Buhit).  Menurut mitologi Batak, Pusuk Buhit sebagai bukit sakral  tempat  leluhur suku Batak diturunkan dari kayangan (Banua Ginjang), dan leluhur Si Raja Batak “bertemu” dengan Ompu Mulajadi Na Bolon.  Jika diperkirakan, mitologi dalam bentuk turi-turian tersebut sebagai simbolisme yang menyiratkan bahwa  Si Raja Batak tiba di puncak Dolok Pusuk Buhit dan menyampaikan tonggo (doa) ucapkan syukur, permohonan kepada Ompu Mulajadi Na Bolon dan harapan untuk membangun kembali permukiman dan peradaban baru.   Sebagaimana kepercayaan kuno suku-suku bahwa pucak gunung tertinggi merupakan tempat sakral untuk menyampaikan doa. 

Di lereng Pusuk Buhit, terdapat lembah yang kemudian dijadikan sebagai permukiman (huta ) yang  strategis, terlindungi oleh deretan pegunungan, bagaikan benteng alam yang aman dan tertutup, dan  puncak gunung bagaikan menara pengawas untuk kehadiran pihak lain (termasuk musuh). Dari pucak Pusuk Buhit dapat memandang ke berbagai penjuru deretan pegunungan dan kebiruan Tao Toba.

Tidak ada komentar: