Senin, 18 April 2011

PETUAH PERGI MERANTAU


Sewaktu akan melepas putranya pergi merantau baik untuk bersekolah atau meninggalkan tempat kediaman orang tua, orang tua Batak biasanya akan memberangkatkan anaknya dengan menyajikan "indahan na las dohot aek si tio-tio" (hidangan nasi hangat dan air putih) dengan "dengke," (sajian ikan)  diiringi doa dan restu serta pesan, diantaranya:
1.  Silsilah keluarga
2. Tona dohot poda (amanah dan nasihat), seperti: 
     "Muda ho magodang muse, tartompu ho ma tu jae tu julu...
     Molo manumpak Tuhan ta i, gariang i tupa do i gabe napu..."

Artinya: "Kiranya engkau mendapatkan kemudahan dan kian dewasa, ke mana pun pergi (ke hilir atau ke hulu) engkau kan berhasil. Jika Tuhan memberkati, lahan tandus pun menjadi subur (napu=pupuk).

Sebagaimana kutipan syair lagu "Putus Singkola," (lagu ini tentang anak "putus sekolah" karena orang tua tak mampu membiayai, sehingga si anak harus pergi merantau untuk mencari keberhasilan kehidupan mandiri). 

Doa restu dan harapan orang tua ketika memberangkatkan anaknya merantau, yakni :
"..... Tangianghi da Amang, na mandongani ho di luat na dao. Anggiat horas ho, dapothon di luluanmu Amang...... Molo tung na sahat ho Amang, tu na sininta-sinta ni roham... Tongos surat pa boa baritam, laho paposhon rohanghi da Amang..."  

Terjemahannya: "Doaku selalu menyertaimu di tempatmu yang jauh, Anakku. Kiranya engkau selamat sejahtera menggapai harapanmu, Anakku. Jika telah berhasil memperoleh apa yang engkau cita-citakan, Anakku.  Kirimlah surat memberitahukan kabarmu, agar hatiku tenteram, Anakku..." 
_____________
Amang adalah panggilan sayang orang tua (ibu atau ayah) kepada putranya, bisa juga dengan "Amang hasian(hu).". Kepada putrinya adalah "Inang" atau "Boru Hasian(hu)."  Panggilan sayang untuk putra dan putri juga bisa "Tondi" atau "Tondinghi" dibaca tondikki (Belahan jiwaku). Amang sendiri arti sebenarnya Bapak, dan Inang artinya Ibu, hu=daku.

Tidak ada komentar: