Jumat, 01 April 2011

PARBAHUL-BAHUL NA BOLON

Salah satu umpama Batak:

Parbahul-bahul nabolon, paramak so balunon, parsangkalan so mahiang, dohot tataring na so ra mintop (Pemilik bakul --tempat beras atau padi-- yang besar, tikar yang tak pernah digulung, tatakan/talenan yang tidak pernah kering dan api dapur yang tak pernah padam)

Maknanya:

Ungkapan ini menggambarkan seorang yang makmur, terpandang dan berbudi luhur, sering dikunjungi tamu/keluarga dan senantiasa menerima dan menjamunya dengan ramah dan ikhlas. Tempat bertanya dan meminta nasihat, dermawan serta suka membantu orang lain atau keluarga yang berada dalam kesusahan.

Idealismenya, seorang Batak yang makmur (sikap “Raja”) harus memiliki kepribadian dan sikap sebagaimana umpama tersebut.

Tidak ada komentar: