Sabtu, 30 April 2011

NA HINALI BANGKUDU

Lagu ini diciptakan oleh Nahum Situmorang, untuk menggambarkan dirinya yang merana karena “kasih tak sampai” ditampik oleh wanita pujaan hati (kebetulan paribannya). Merasa diri tak berarti, tersingkir dari kehidupan, bagai tikar usang yang lusuh. Hatinya membeku tak bergeming untuk wanita yang lain. Segalanya terasa tersia-sia. Akibat "patah hati (mate rongkap)" sampai akhir hayatnya pencipta lagu ini tidak pernah menikah.


NA HINALI BANGKUDU

Na hinali bangkudu da sian bona ni bagot
Boha ma ho Doli songon boniaga so dapot
Ue, Amang Doli o Among e

Boniaga so dapot langku dope ma saonan
Boha ma ho Doli tarlompoho parsombaonan
Ue Amang Doli  o Among e

Atik parsombaonan dapot dope da pinele
Boha ma ho Doli songon buruk-buruk ni rere
Ue amang doli o Among e

Reff.
Mate ma ho Amang Doli
Mate diparalang-alangan da Amang
Mate diparaula-ula

Terjemahan syair lagu ini  kira-kira begini:

Terikat tali dari ijuk enau berwarna merah mengkudu 
Betapa dirimu pemuda, bagai dagangan yang tidak laku terjual
Wahai anak muda, oh pemuda

Dagangan yang tidak laku pun masih bisa terjual pada hari pasar berikut
Tetapi kau, anak muda seperti tempat keramat yang harus dihindari
Wahai anak muda, oh pemuda

Sedangkan tempat keramat masih dapat dipuja
Tetapi engkau anak muda, seperti tikar usang, lusuh
Wahai anak muda, oh pemuda

Malangnya dirimu Pemuda
Mati sia-sia tak berguna, o anak muda
Hidup bagai orang yang mati…

_________________

Catatan:  Asal kata: na hinali: yang terikat; bangkudu: mengkudu dan bona ni bagot: pohon enau.  Akar mengkudu pada Batak kuno biasa digunakan sebagai bahan pewarna merah benang tenunan Ulos, dan dari batang enau diperoleh ijuk yang dipilin menjadi tali. Kemungkinan dimaksud na hinali bangkudu sian bona ni bagot,” adalah bagaikan  terikat tali ijuk enau yang berwarna merah (dari mengkudu).


Download lagu:
http://downloads.ziddu.com/downloadfile/13978474/NahinaliBangkudu.mp3.html

5 komentar:

ismael simamora mengatakan...

Bangkudu adalah ulat yang nantinya jadi kumbang yang disebut HEAT dalam bahasa batak. Bangkudu umumnya berhabitat hanya di bona ni bagot, walaupun kadang di pohon kelapa yang busuk. Bangkudu diambil untuk dimakan setelah direbus,digoreng atau dipanggang. ukuran Bangkudu sebelum metamorfosa jadi kepompong dalam tanah adalah sebesar jempol. ia adalah obat yang sangat manjur untuk pemulihan sel-sel rusak dalam tubuh manusia. Saat ini masih banyak dijual dan dikonsumsi masyarakat di tanah karo. Di pasar Pancurbatu Medan setiap hari ada dijual, tetapi selalu cepat habis sebelum jam 6 pagi karena banyak dibeli, yang dalam bahasa Karo disebut Kidu.

H BAKARA mengatakan...

Terimakasih atas masukan yang sangat berharga tentang Bangkudu... Dan kemungkinan besar yang dimaksud dalam lagu ini adalah (ulat) Bangkudu. Terimakasih

Anonim mengatakan...

Terima kasih lae
lagu ini sering saya dengar kalau lagi perjalanan di atas bus di medan
tapi tidak pernah tau artinya karena saya bukan orang batak

love Indonesian rich culture

Marga guci :D

david mengatakan...

Jadi aha do artini sebenarna bg.?

james manik mengatakan...

Saya juga ingin tau apa inti dari lagu ini. sedih mendengarnya dan syairnya.