Sabtu, 09 April 2011

BORU BAKARA

"Si boru puas, Si Boru Bakara, molo dung puas sai soada mara."

Terjemahannya: "Putri yang berhati lapang, Putri Bakara, jika sudah diungkapkan tiada lagi amarah (mara=marah, bencana, bahaya).  

Maksud daripada perumpamaan ini: suku Batak tidak boleh menyimpan amarah apalagi dendam di hati.  Segala sesuatu persoalan harus diungkapkan dan dibicarakan secara tuntas duduk persoalannya untuk penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak agar terhindar dari permusuhan (hal-hal yang fatal) yang timbul  karena kesalahpahaman.


Latar belakang "Si Boru Bakara" sebagai ungkapan, Konon menurut orang tua-tua di negeri Bakara, pada jaman dahulu setiap Boru Bakara terkenal akan kecantikan wajahnya, kemanjaannya, penyayang, rajin dan tekun bekerja sehingga menjadi idola para pemuda. Namun salah satu ciri khas sifat atau tipikal Boru Bakara umumnya: "riting" (cerewet) tidak mau menyimpan emosi apabila terdapat sesuatu yang tidak sesuai (selalu terbuka dalam mengungkapkan perasaan), tetapi cepat reda apabila diberi pengertian atau dihadapi dengan kepala dingin.  


Sebutan khusus untuk Boru Bakara merepet/bawel: "mangurbak" singkatan dari mangamuk Boru Bakara. (Untuk Boru Bakara harap tidak tersinggung, karena ini cerita dahulu kala. Yang tetap hingga sekarang Si Boru Bakara pasti cantik). 

Tidak ada komentar: