Kamis, 28 April 2011

ADAT BATAK DAN KRISTEN (II)

Adat Batak kuno mengalami perubahan dan adaptasi sejak agama Kristen masuk ke Tanah Batak sekitar 1860-an.  Beberapa di antaranya:

1. Martutu Aek (Pembabtisan)
Martutu Aek adalah ritual kepada seorang anak yang baru lahir, dan dibawa ke homban (telaga dari mata air di ladang) untuk dimandikan. Datu  (dukun) menciduk air dan memandikan bayi di tempat ini, selanjutnya prosesi pemberian nama.
Adat Martutu Aek ini kemudian menjadi Baptisan Kristen (Tardidi atau Pandidion) yang dilaksanakan di Gereja oleh Pendeta dengan memercikkan air kepada si bayi atau anak.

2. Mangalontik Ipon (Meratakan Gigi)
Ritual mangalontik ipon sebagai tanda seorang anak telah memasuki kedewasaan dan meninggalkan masa kanak-kanaknya. 
Tradisi ritual ini dirubah menjadi Angkat Sidi (Malua) yang dilaksanakan di Gereja kepada anak Kristen yang telah memasuki usia dewasa dan kematangan secara imani Kristen.

3. Margondang (Bergendang)
Jika margondang (permainan musik tradisional Batak) dilaksanakan sebagai pemujaan kepada Ompu Mulajadi Na Bolon pada acara ritual Batak kuno, maka pada Kristen, piano atau organ sebagai music untuk mengiringi lagu pujian kepada Tuhan sebagai bagian dari tata acara ibadah agama.

Tidak ada komentar: