Minggu, 27 Maret 2011

STRUKTUR PEMERINTAHAN DI NEGERI BAKARA

Struktur pemerintahan di Negeri Bakara pada masa pemerintahan Raja Sisingamangaraja sebagai berikut :

1. Sisingamangaraja, sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan membuat dan mensyahkan suatu keputusan, di dukung oleh dewan penasihat (seperti: legislatif), yaitu Raja Bius (Si Onom Ompu) mewakili huta dan marga Bakara, Sinambela, Sihite, Simanulang, Simamora dan Marbun.

2. Pemerintahan berbentuk federasi yang terdiri dari 6 (enam) Bius. Bius dipimpin oleh seorang Raja Bius. Bius terdiri dari beberapa Horja

3. Horja terdiri dari satu atau lebih huta, lumban atau sosor. Horja merupakan satuan masyarakat yang lebih kecil dari bius, dan merupakan kesatuan kerja dari beberapa lumban yang berdekatan, biasanya terdiri dari dua atau tiga Lumban, yang dihuni oleh keturunan marga atau sub marga. Seperti: Horja Simamora, terdiri dari Lumban Manalu dan Lumban Purba yang wilayahnya berdekatan menjadi satu unit horja (Marga Simamora terdiri dari sub-marga: Manalu dan Purba). Horja Bakara, terdiri dari Lumban Dolok (“Huta Ginjang”), Lumban Tonga dan Lumban Toruan (Lumban Sibabiat. Babiat=harimau). Penduduk dari horja secara sukarela bergotong royong mewakili lumbannya siap mengerahkan tenaga dan materi untuk membantu terselenggaranya kegiatan upacara adat.

Jadi, BIUS membawahi HORJA, horja membawahi huta dan HUTA (induk) membawahi Huta, Lumban dan Sosor.

Terdapat juga ahli di bidang upacara pertanian dan irigasi yaitu Parbaringin (Pendeta Upacara) dan ahli nujum, Pande Bolon serta Raja ni Onan untuk membantu Raja dalam penyelenggaraan tata kehidupan masyarakat.

Tidak ada komentar: