Sabtu, 19 Maret 2011

SOLUP

Solup (takaran) adalah satuan ukuran yang menjadi standar pada Batak Tradisional. Solup terbuat dari bambu, dengan jarak antar ruas kurang lebih satu jengkal, jika dibanding ukuran sekarang sekitar 1 (satu) liter. Pada bagian bawah bambu tertutup, sedang bagian atas terbuka.

Fungsi solup diantaranya untuk menakar beras atau padi dan lainnya dalam suatu transaksi dagang. Karena ukuran dan diameter bambu beraneka ragam, tentu terdapat perbedaan masing-masing. Penetapan ukuran solup di suatu wilayah atau huta ditentukan oleh Raja ni Huta. Pembeli atau pendatang yang akan belanja di suatu pasar (Onan) akan mengikuti ukuran solup di tempat dimana mereka berbelanja.

“Sidapot solup do na ro” (menyesuaikan ukuran solup bagi pendatang) merupakan petuah di kalangan suku Batak yang artinya pendatang di suatu wilayah atau tamu yang berkunjung harus menyesuaikan diri dengan adat dan kebiasaan setempat.   
"Di si tano ni inganhon, di si solup pinarsuhathon" (di mana tanah ditempati, di situlah ketetapan/standar ukuran solup) atau seseorang (perantau) harus mampu beradaptasi di lingkungan tempat tinggalnya dan dengan adat istiadat masyarakat yang berbeda dengan daerah asalnya.  

Dalam peribahasa Melayu, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Tidak ada komentar: