Selasa, 22 Maret 2011

KESEMPURNAAN HIDUP ORANG BATAK

Dari pandangan suku Batak Tradisional sesungguhnya “Bangso Batak atau Halak Batak” idealnya dalam kehidupan di dunia harus mempunyai tujuan mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan ini merupakan amanah yang harus terus berkelanjutan dan disempurnakan sejak masa leluhur sampai ke generasi keturunannya. Gambaran pada rumah Batak (ruma Batak), bagian belakang harus lebih tinggi dari bagian depan, sebagai simbolisme dengan harapan generasi berikutnya harus lebih baik dan mencapai kedudukan yang lebih tinggi. Kedudukan dalam hal ini tidak semata dari segi kualitas material keduniawian (haportibion) tetapi yang utama juga kualitas kerohanian (partondion) dan perilaku (pardagingon).

Kesempurnaan kehidupan Suku Bangsa Batak terbagi tiga yakni:

1. Kesucian rohani (partondion)

2. Kemuliaan perbuatan (pardagingon)

3. Kesuksesan keduniawian (haportibion)

Pertama, agar hati (roha) dan pikiran (pingkiran) manusia (manisia) harus bersih (ias) dan mencerminkan keilahian sorgawi (Banua Ginjang), tidak boleh berubah dan tidak tawar atau luntur (unang muba jala unang mose).

Kedua, dengan mengikuti ajaran (patik dohot uhum) yang telah ditetapkan oleh para Leluhur (Ompu Si Jolo-jolo Tubu) sebagai panduan dan pegangan hidup dan tampak dalam perilaku yang baik dan santun (marparange na denggan jala na uli).

Ketiga, secara keduniawian yaitu mencapai suatu kemakmuran, kejayaan berketurunan dalam suatu kewibawaan (hamoraon, hagabeon dan hasangapon). Hamoraon adalah kekayaan dan kepemilikan harta benda (kemakmuran). Hagabeon adalah berketurunan laki-laki dan perempuan (hajolmaon). Anak laki-laki merupakan pewaris dan penerus marga, jika hanya memiliki anak perempuan belum disebut gabe. Sedangkan hasangapon adalah kehormatan kemuliaan dan kewibawaan.

Tidak ada komentar: