Kamis, 03 Maret 2011

AEK SIPANGOLU (AIR KEHIDUPAN)


Aek Sipangolu (Foto 2011)


Nama sebuah air terjun di Bakara. Mata airnya berasal dari telaga batu cadas di lereng pegunungan. Asal mula air ini berkat kesaktian Raja Sisingamangaraja. Kala itu Sang Raja dalam perjalanan pulang dari Manduamas-Barus menuju Lumban Raja-Bakara dengan membawa seekor Gajah Putih (Gaja Puti) yang langka sebagai hadiah kerajaan dari Pamannya yang bernama Raja Uti. Karena perjalanan jauh dan teriknya matahari, timbul dahaga dan Gaja Puti sekarat kehausan, sementara air Tao Toba jauh terletak di kaki gunung yang terjal. Raja Sisingamangaraja berdoa kepada Ompu Mulajadi Na Bolon, kemudian menancapkan tombak Hujur Siringis ke batu cadas, dan memancarlah air dari tempat tersebut. Air tersebut diminum langsung ke mulut sehingga dinamakan (semula) sebagai Binanga Bibir (Telaga Bibir), dan disebut juga sebagai Aek Sipaulak Hosa (air pelepas dahaga).

Binanga Bibir menjadi dikenal sejak sekitar tahun 1950-an, ketika seorang lumpuh setelah mandi di air tersebut terbukti pulih dan dapat berjalan kembali. Khasiat air tersebut tersebar dan banyak masyarakat menggunakannya sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Karena daya penyembuh ajaibnya, dinamakan Aek Sipangolu artinya air (aek) yang memberi kehidupan/yang menghidupkan (sipangolu).

Tidak ada komentar: