Kamis, 09 Desember 2010

SUDE DO HALAK BATAK RAJA


Semua orang Batak adalah Raja, di sini raja di sana raja atau "Sude do halak Batak Raja: di son raja di san raja". Bahkan dalam santun bicara atau kegiatan adat disebutkan : “Amang Rajanami"; "Hamuna Rajanami", atau "Boru ni Raja i.” Betapa sebutan itu terdengar dalam pembicaraan di kalangan suku Batak. 

Raja sesungguhnya bagaimana? "Ndang na diparaja-raja asa raja," artinya "bukan karena disanjung raja atau berlagak bagai raja seseorang dihargai oleh orang lain," melainkan sikap serta perilaku yang mencerminkan akal pikiran dan budi pekerti yang terpuji serta terhormat (pantun jala sangap) seseorang menjadi panutan (Raja).

Terdapat 5 (lima) prinsip pokok, sebagai amanah kepada Halak Batak selaku keturunan Raja, yaitu:
  1. Raja di roha (penguasaan hati): pengendalikan diri dan hawa nafsu;
  2. Raja di pingkiran (penguasaan pikiran): berfikir jernih, bijak dan cerdas;
  3. Raja dipamerengan (Raja marpanaili): menjaga pandangan mata. Pikiran, nafsu dan perbuatan negatif bisa timbul sebagai akibat pengelihatan mata;
  4. Raja dipangalaho (Raja marpangalaho): perilaku sopan dan terpuji;
  5. Raja dipanghataion (Raja marsimangkudap)tutur kata yang santun, pada tempatnya dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
Prinsip 1-2 : sebagai sikap yang tidak dapat terlihat (naso tarida)
Prinsip 3-5 : sebagai tingkah laku, perbuatan, perangai (marparange)

Tidak ada komentar: