Minggu, 21 November 2010

SI ONOM OMPU

Negeri Bakara, merupakan bona ni pasogit dari 6 (enam) keturunan marga selaku pemilik tanah adat. Enam marga tersebut diwakili oleh tetua yang disebut Raja Bius. Raja Bius sebagai pemimpin adat, memberikan aturan-aturan dan batasan adat yang mewakili kesatuan wilayah teritorial dengan identitas sosial marga yang merupakan satu ikatan genealogis. Raja Bius mewakili marga masing-masing dalam membuat keputusan adat, mengadakan upacara adat dan keputusan untuk mengadakan ritual religi yang menyangkut kepercayaan kepada leluhur.

Raja-raja Bius di Bakara disebut Sionom Ompu (Enam Tetua) yang merupakan tetua dari masing-masing marga: 1) Bakara, 2) Sinambela, 3) Sihite, 4) Simanullang, 5) Simamora (a.l. Purba, Manalu), dan 6) Marbun (Lumbangaol, Banjarnahor). Raja-raja Bius Si Onom Ompu ini mengakui dan menunjuk Raja Sisingamangaraja sebagai primus interpares”, yakni pemimpin di antara pemimpin, pemegang supremasi tertinggi di antara Raja-Raja Bius di Negeri Bakara.

Kedudukan Sionom Ompu sebagai Raja Bius sampai sekarang terpelihara dengan baik sebagai pemegang dan pemangku adat di Negeri Bakara. Setiap acara atau upacara adat yang dilaksanakan di Negeri Bakara harus dihadiri dan direstui oleh tetua atau utusan yang ditunjuk tetua dari masing-masing marga keturunan Si Onom Ompu tersebut.

Tidak ada komentar: