Sabtu, 20 November 2010

SIKAP SANTUN DAN MENGHORMATI


"Pantun do hangoluan, tois do hamagoan," artinya sikap santun adalah kehidupan, congkak/takabur alamat celaka."  Demikian "tona dohot poda" (pesan dan nasihat) dari para Leluhur Batak kepada keturunannya  Batak.   

Sikap "sopan santun" tercermin juga dalam beberapa istilah Batak berikut:
  1. Serep ni roha (rendah hati). Serep ni roha adalah sikap rendah hati, tercermin dalam perilaku yang tidak menyombongkan diri akan kelebihan yang dimilikinya, suka menolong orang lain yang berada dalam kesusahan.
  2. Hadondaon. Hadondaon dapat diartikan sebagai suatu sikap yang lemah lembut, penuh kesabaran yang berwibawa. Pertentangan harus diselesaikan dengan cara bertutur kata yang baik, teratur dan tidak menyinggung perasaan (marpollung), membujuk (mangelek), penuh pengertian disertai kesabaran dan memaklumi keadaan (manganju).
 Selanjutnya:
"Mumpat pe talutuk sesa gadu-gadu, 
ianggo ruma ingkon hot di parbatuna; 
Muba pe adat naung buruk ala ro adat na imbaru, 
ianggo adat somba ingkon hot do di ruhutna." 

Terjemahannya: walaupun tercabut tiang peyanggah, terhapus pematang sawah, tetapi rumah harus tetap berdiri kokoh di atas batu pondasinya. Walau adat yang lama berubah karena ada pembaharuan adat, namun adat sembah (menghormati) harus tetap kokoh dijunjung.

Dari petuah di atas sesungguhnya Batak tidak selalu identik dengan "keras, temperamental, meledak-ledak."  Sikap menghormati sampai kapan pun tidak akan pernah berubah.

Tidak ada komentar: