Senin, 16 Maret 2009

SI RAJA OLOAN



Tugu Si Raja Oloan di Lumban Raja, Bakara (Foto, 2006)

Asal Usul Bona Pasogit Negeri Bakara
Negeri Bakara, asal mulanya dibuka oleh "Ompu Si Raja Oloan".  Si Raja Oloan adalah putra dari Tuan Sorbadibanua dari istrinya Nai Suanon (putri dari Tuan Sorimangaraja) tinggal di Lobu Parserahan, Balige.

Tuan Sorbadibanua mempunyai 2 (dua) istri, dan masing-masing keturunannya:
I. Dari istri I bernama Nai Anting Malela (putri Sariburaja):
  1. Sibagot ni Pohan (Pohan) 
  2. Sipaet Tua
  3. Silahisabungan (Silalahi)
  4. Si Raja Oloan
  5. Si Raja Hutalima
II. Dari istri II bernama Siboru Basopaet (Putri Majapahit):
  1. Si Raja Sumba
  2. Si Raja Sobu
  3. Naipospos
Si Raja Oloan menikah dengan Siboru Limbong bernama Najabaon atau Nagabaon dan tinggal di Huta Siogungogung, daerah Pangururan, Samosir (sekitar Tano Ponggol sekarang). Dari pernikahan ini lahir 2 (dua) putra, yaitu:
  1. Baho Raja (Naibaho)
  2. Si Godang Ulu (Sihotang)
Siboru Limbong wafat ketika melahirkan putra kedua. Si Raja Oloan meninggalkan Samosir dan kedua anaknya diasuh oleh Tulang anaknya, Limbong (Paman=Tulang. Pamannya=Tulangna. Paman adalah saudara laki-laki ibu).

Dalam dukanya, suatu hari Si Raja Oloan melihat seekor burung yang elok bulunya. Ketika dia berusaha menangkapnya, burung itu lepas dan terbang, lalu hinggap kembali di bebatuan, sesekali di ranting pohon semak. Dengan rasa penasaran Sang Raja mengikutinya, tanpa disadarinya hingga jauh dari kampung halamannya.

Hari berlalu... burung itu tiada tampak lagi. Sang Raja kecewa dan terlebih ia menyadari dirinya telah tersesat. Malam telah tiba. Dinyalakan api pada tumpukan ranting dan semak kering untuk membuat api unggun, mengusir dinginnya malam.

Pagi menjelang, ia bergegas membasuh mukanya. Tiba-tiba ia tertegun, pandangannya lurus tertuju di kejauhan ke satu arah aliran sungai, Aek Simangira. Sungai itu bening dan berbatuan, tetapi tidak terlalu dalam.

Tampak tiga sosok tubuh menyeberang beriringan. Tiga perempuan, dan sepertinya kakak beradik. Yang menarik perhatian Si Raja Oloan adalah yang ketiga, paling belakang. Tampak agak pemalu. Tidak seperti kedua kakaknya yang menyeberang sambil menyingkap rok ulos nya di atas lutut agar tidak basah, si bungsu malah membiarkan rok ulosnya basah diterpa air.  

Si Raja Oloan, penasaran.... Ia berfikir, apa yang harus dilakukannya.... 


______________________________
1. Bona ni Pasogit: artinya kampung halaman, tanah asal usul leluhur...
2. Ulos= kain tenun tradisional Batak. Untuk wanita dikenakan sebaggai pembelit tubuh atas dan bawah; selendang, untuk pria berfungsi penutup tubuh pinggang ke bawah -seperti sarung- dan untuk dibelit di kepala dan selendang.
3. Diagram Silsilah Si Raja Oloan dapat dilihat dengan klik 
Silsilah Bakara: Putra Si Raja Oloan


4 komentar:

septiandus Naibaho mengatakan...

Terimakasih atas Infonya :)

Unknown mengatakan...

Istri saya marga sinambela. Tapi silsalah keturunan mereka tidak tau entah dimana putusnya. Kebetulan istri saya ini batak muslim. Kira2 dimana km bs bertanya silsilah keturunan sinambela ini hingga ad yg muslim. Trims

Unknown mengatakan...

Istri saya marga sinambela. Tapi silsalah keturunan mereka tidak tau entah dimana putusnya. Kebetulan istri saya ini batak muslim. Kira2 dimana km bs bertanya silsilah keturunan sinambela ini hingga ad yg muslim. Trims

Telegraph Cyber mengatakan...

mauliate da lae, mantap artikel mu.